×
Ad

Pandemi Hantavirus Sudah Diprediksi Sejak 5 Tahun Lalu

Adi Fida Rahman - detikInet
Jumat, 08 Mei 2026 10:15 WIB
Pandemi Hantavirus Sudah Diprediksi Sejak 5 Tahun Lalu Foto: Getty Images/iStockphoto/ozgurdonmaz
Jakarta -

Di tengah heboh kasus Hantavirus yang kembali mencuat pada 2026, ternyata ancaman virus ini sudah diperingatkan sejak lima tahun lalu. Aliansi vaksin dunia Gavi melalui platform VaccinesWork pernah menerbitkan artikel berjudul The Next Pandemic: Hantavirus pada 10 Mei 2021.

Dalam artikel tersebut, Gavi menyoroti potensi Hantavirus menjadi ancaman kesehatan global di masa depan, terutama karena adanya kasus penularan antarmanusia yang mulai terdeteksi di beberapa wilayah Amerika Selatan. "Epidemics of person-to-person transmission of the Andes virus in Argentina and Chile indicate it can evolve to sustain human-to-human transmission," tulis VaccinesWork.

Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus dari genus Orthohantavirus yang menyebar dari hewan pengerat ke manusia. Penularan paling umum terjadi melalui udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.

Sudah Jadi Perhatian Sejak 1993

Kekhawatiran terhadap Hantavirus sebenarnya bukan hal baru. Pada April 1993, wilayah Four Corners di Amerika Serikat - perbatasan Utah, Colorado, Arizona, dan New Mexico - digemparkan wabah misterius yang menewaskan pasangan muda suku Navajo.

Setelah penyelidikan panjang, ilmuwan menemukan spesies baru Hantavirus bernama Sin Nombre Virus. Wabah tersebut akhirnya dikenal sebagai "1993 Four Corners outbreak" dan menjadi titik awal meningkatnya perhatian dunia terhadap evolusi Hantavirus.

Menurut Gavi, perbedaan antara Hantavirus "Old World" dan "New World" menjadi faktor penting dalam memahami ancaman virus ini. Jenis Old World banyak ditemukan di Eropa dan Asia dan umumnya menyebabkan HFRS (Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome), sementara tipe New World di Amerika dapat memicu HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome) yang jauh lebih mematikan.

Meski WHO dan berbagai lembaga kesehatan global masih mengategorikan ancaman pandemi Hantavirus sebagai "low", virus ini memiliki tingkat fatalitas yang mengkhawatirkan.

Untuk HFRS, tingkat kematian berkisar 5-15%. Namun pada HPS, fatalitasnya bisa mencapai 35-50%.

Gejala awal Hantavirus sering mirip flu biasa, seperti demam, nyeri tubuh, dan muntah. Namun kondisinya dapat berkembang menjadi pendarahan internal, gagal ginjal, penumpukan cairan di paru-paru, hingga syok kardiovaskular.

Yang membuat ilmuwan khawatir, masa inkubasi Hantavirus cukup panjang, yakni dua hingga empat minggu. Kondisi ini memungkinkan seseorang menyebarkan virus atau melakukan perjalanan sebelum gejalanya muncul.

Artikel Hantavirus yang dipublish Gavi Foto: Gavi




(afr/afr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork