×
Ad

Astronaut Artemis II Tak Henti Bersyukur dan Memuji Tuhan

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 13 Apr 2026 15:50 WIB
Foto: NASA
Jakarta -

Empat astronaut misi Artemis II, Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, tak henti mengungkapkan rasa syukur mendalam dan memuji Tuhan setelah kembali dari perjalanan bersejarah mengelilingi Bulan selama 10 hari.

Pilot misi Artemis II, Victor Glover, yang menjadi orang kulit berwarna pertama yang melakukan perjalanan mengelilingi Bulan, bahkan menyebut pengalaman tersebut terlalu besar dan membuncah untuk bisa diungkapkan secara personal.

Dikutip dari Fox News, dalam penampilan publik pertamanya setelah misi, Glover secara terbuka menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas pengalaman luar biasa yang ia rasakan selama perjalanan luar angkasa tersebut.

"Saya ingin berterima kasih kepada Tuhan secara publik. Karena... rasa syukur dari melihat apa yang kami lihat, melakukan apa yang kami lakukan, dan bersama orang-orang yang bersama saya... itu terlalu besar untuk dirasakan dalam satu tubuh," ucapnya penuh haru.

Glover juga mengaku dirinya masih belum benar-benar memproses apa yang telah ia dan timnya capai selama misi bersejarah itu. "Saya belum memproses apa yang baru saja kami lakukan, dan saya bahkan takut untuk mulai mencoba," ujarnya.

Pengakuan ini menegaskan bahwa perjalanan ke luar angkasa bukan hanya tantangan teknis, tetapi juga pengalaman psikologis dan spiritual yang mendalam. Pernyataan ini menggambarkan betapa besarnya dampak emosional dari misi tersebut, yang membawa para astronaut menjelajah lebih dari 380 ribu km dari Bumi sebelum kembali dengan selamat.

Misi Artemis II menjadi penerbangan berawak pertama ke sekitar Bulan sejak era Apollo lebih dari 50 tahun lalu, sekaligus tonggak penting dalam ambisi NASA kembali mendaratkan manusia di sana.

Tak hanya Victor, Mission Specialist Christina Koch juga menyebut, momen ini membuat mereka semakin menghargai keindahan dan pentingnya Bumi bagi kehidupan manusia. Christina menyampaikan hal tersebut ketika Artemis II melakukan percakapan dengan astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Ia mengatakan dari jendela pesawat Orion, Bumi tampak indah namun juga dikelilingi oleh hamparan kegelapan luar angkasa.

"Bumi tampak seperti sekoci yang tergantung di tengah luasnya semesta," ungkap Koch.

Astronaut NASA yang mencetak rekor sebagai wanita pertama yang pergi ke Bulan ini mengatakan pemandangan itu membuat mereka menyadari betapa rapuh dan berharganya planet tempat manusia hidup.

Commander Reid Wiseman yang sebelumnya membuat publik ikut terharu ketika menamai salah satu kawah di Bulan menggunakan nama mendiang istrinya, Carroll Taylor Wiseman, mengaku kesulitan menggambarkan apa yang ia rasakan saat melihat Bumi dari kejauhan.

Ia juga menambahkan bahwa pengalaman tersebut menciptakan ikatan yang tak tergantikan di antara kru. "Tidak ada orang lain yang akan benar-benar memahami apa yang kami alami. Ini adalah hal paling istimewa dalam hidup kami," katanya.

Mission Specialist Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency (CSA), memperkenalkan istilah yang diciptakan kru Artemis II, yakni joy train alias kereta kegembiraan. Dia menjadi orang Kanada pertama yang terbang ke Bulan.

"Kami tidak selalu berada di atas joy train, tapi kami berkomitmen untuk segera kembali ke sana secepat mungkin. Dan itu adalah keterampilan hidup yang berguna bagi tim mana pun yang ingin menyelesaikan sesuatu," ujarnya.

Artemis II merupakan misi uji berawak pertama dalam program Artemis yang menjadi fondasi bagi misi berikutnya, termasuk rencana pendaratan manusia di Bulan dalam beberapa tahun ke depan. Dengan keberhasilan ini, NASA semakin dekat untuk mewujudkan ambisi besar, membangun kehadiran manusia di Bulan dan menjadikannya batu loncatan menuju misi ke Mars.



Simak Video "Video Astronaut Artemis II Terpukau Lihat Bulan dari Dekat: Banyak Keajaiban"

(rns/rns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork