×
Ad

BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Banget Belakangan Ini

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 19 Mar 2026 07:16 WIB
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Kalau kamu berpikir belakangan ini cuaca makin panas dan gerah, bukan kamu saja yang merasakannya. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan kondisi ini memang nyata dan sedang terjadi di Indonesia.

Lewat unggahan di akun Instagram, BMKG menjelaskan bahwa panas yang dirasakan bukan sekadar efek cuaca biasa atau faktor sehari-hari seperti ruangan pengap atau AC yang kurang dingin.

"Ini bukan sekadar karena polusi atau AC yang kurang dingin, tapi ada fenomena astronomi dan meteorologi yang sedang terjadi," tulis BMKG.

Matahari 'Tepat di Atas Kepala'

BMKG mengungkap, salah satu penyebab utama adalah fenomena gerak semu tahunan Matahari. Secara sederhana, Matahari terlihat seperti bergerak dari selatan ke utara setiap tahun. Dalam periode tertentu, posisinya akan tepat berada di atas garis ekuator atau khatulistiwa, yakni wilayah tempat Indonesia berada.

Nah, pada sekitar 21 hingga 23 Maret, Matahari akan berada tepat di ekuator. Akibatnya, sinar Matahari jatuh hampir tegak lurus ke permukaan Bumi. Kondisi ini membuat intensitas panas yang diterima jadi maksimal, sehingga suhu terasa lebih menyengat dari biasanya.

Bukan cuma karena Matahari, BMKG menyebut, panas yang terasa kuat ini merupakan hasil kombinasi beberapa faktor sekaligus. Pertama, posisi Matahari yang dekat dengan ekuator membuat radiasi yang diterima permukaan Bumi meningkat.

Kedua, tutupan awan yang cenderung sedikit. Tanpa awan sebagai 'filter', sinar Matahari langsung menghantam permukaan. Ketiga, Indonesia saat ini sedang berada di masa transisi dari musim hujan ke kemarau. Periode ini memang identik dengan cuaca lebih panas dan kering. Kombinasi ketiga faktor ini yang akhirnya bikin suhu terasa lebih tinggi dan gerah.

BMKG menegaskan bahwa kondisi ini sebenarnya normal dan terjadi setiap tahun. Namun, karena terjadi bersamaan dengan kondisi atmosfer tertentu, efek panasnya bisa terasa lebih ekstrem bagi masyarakat, apalagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Agar tidak terlalu terdampak cuaca panas, BMKG juga membagikan beberapa tips sederhana. Masyarakat diingatkan untuk memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi, menggunakan pelindung dari paparan sinar UV, hingga memilih pakaian berbahan ringan seperti katun. Selain itu, masyarakat juga disarankan membatasi aktivitas luar ruangan saat siang hari jika tidak terlalu penting.



Simak Video "Video: Cuaca Panas di Majalengka, Tukang Service AC Diburu Warga"

(rns/rns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork