×
Ad

Bukti Baru Ungkap Sahara Pernah Hijau dan Penuh Hujan

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 13 Mar 2026 12:30 WIB
Gurun Sahara di Maroko. Foto: Getty Images/hadynyah
Jakarta -

Sahara yang kini dikenal sebagai gurun terpanas dan paling luas di dunia ternyata pernah hijau. Ada bukti dari sebuah penelitian dalam sebuah gua yang menunjukkan wilayah ini hijau dan banyak menerima curah hujan ribuan tahun lalu.

Bukti tersebut ditemukan para ilmuwan di gua yang berada di wilayah Maroko selatan. Di sana, para peneliti menganalisis formasi mineral di dalam gua yang menyimpan rekaman iklim masa lalu. Temuan ini memperkuat teori lama bahwa Sahara pernah mengalami periode yang jauh lebih basah dibandingkan kondisi ekstrem saat ini.

Para ilmuwan menemukan bahwa sekitar 8.000 tahun lalu, wilayah Sahara menerima curah hujan jauh lebih tinggi dibandingkan sekarang. Kondisi itu membuat wilayah yang kini berupa gurun tandus berubah menjadi lanskap yang jauh lebih hijau.

Analisis dilakukan pada stalagmit, formasi mineral yang tumbuh dari lantai gua akibat tetesan air yang kaya mineral. Struktur ini dapat menyimpan jejak kimia yang merekam kondisi lingkungan saat terbentuk.

Dari sampel stalagmit tersebut, para peneliti menemukan bukti bahwa antara sekitar 8.700 hingga 4.300 tahun lalu, wilayah Sahara mengalami peningkatan curah hujan yang signifikan. Pada masa itu, Sahara diperkirakan bukan gurun luas seperti sekarang. Sebaliknya, wilayah tersebut dipenuhi padang rumput, danau, serta sungai yang mendukung kehidupan manusia dan hewan.

Sejumlah bukti arkeologi juga menunjukkan bahwa manusia pernah menetap di kawasan Sahara pada periode tersebut, termasuk komunitas penggembala yang memanfaatkan kondisi lingkungan yang lebih subur.

Para peneliti menyebut periode ini sebagai 'Green Sahara', fase ketika Afrika Utara mengalami curah hujan lebih tinggi akibat perubahan pola iklim global. Yang membuat penelitian ini penting adalah lokasi bukti yang ditemukan. Rekaman iklim tersimpan di dalam gua, tempat yang relatif terlindungi dari erosi selama ribuan tahun.

Hal ini memungkinkan para ilmuwan mendapatkan gambaran lebih jelas tentang bagaimana kondisi iklim Sahara berubah dari masa ke masa. Penelitian tersebut memberikan bukti kuat bahwa gurun terbesar di dunia itu pernah mengalami siklus perubahan drastis, dari lanskap hijau penuh kehidupan menjadi gurun kering seperti sekarang.

Temuan ini juga membantu ilmuwan memahami bagaimana perubahan iklim alami di masa lalu dapat memengaruhi lingkungan, migrasi manusia, serta perkembangan peradaban di Afrika Utara.



Simak Video "Video: Lihat Lagi Penampakan Banjir di Gurun Sahara"

(rns/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork