Apa Itu Senjata Biologis yang Diributkan Rusia-AS-Ukraina - Halaman 2

ADVERTISEMENT

Apa Itu Senjata Biologis yang Diributkan Rusia-AS-Ukraina

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 15 Mar 2022 05:44 WIB
Virus Corona terbaru atau Sars-Cov-2 yang menjadi penyebab COVID-19 memang berbahaya. Tapi tampilannya di bawah mikroskop bisa sangat bertolak belakang.
Iustrasi virus. Foto: NIAID

Apa Saja yang Jadi Senjata Biologis

Hampir semua organisme penyebab penyakit (bakteri, virus, jamur, prion atau rickettsiae) atau toksin (racun yang berasal dari hewan, tumbuhan atau mikroorganisme, atau zat serupa yang diproduksi secara sintetis) dapat digunakan dalam senjata biologis.

Agen senjata biologis dapat ditingkatkan dari keadaan alaminya agar bisa diproduksi massal, disimpan, dan disebarkan sebagai senjata. Secara historis, sejumlah penyakit pernah dijadikan sebagai program senjata biologis antara lain aflatoksin, antraks, racun botulinum, penyakit kaki dan mulut, demam Q, demam beruam Rocky Mountain, cacar, dan tularemia.

Mekanisme pengiriman

Sistem pengiriman senjata biologis melibatkan berbagai bentuk. Sejak zaman dulu, program senjata biologis telah membangun rudal, bom, granat tangan dan roket untuk mengirimkan dan menyebarkan senjata biologis tersebut.

Selain itu, sejumlah program yang merancang tangki semprot untuk dipasang ke pesawat, mobil, truk, dan kapal untuk menyebarkan penyakit. Kemudian ada juga upaya yang didokumentasikan untuk mengembangkan perangkat pengiriman untuk pembunuhan atau operasi sabotase, termasuk berbagai semprotan, sikat dan sistem injeksi serta sarana untuk mencemari makanan dan pakaian.

Kemajuan Teknologi

Selain kekhawatiran bahwa senjata biologis dapat dikembangkan atau digunakan oleh sebuah negara, kemajuan teknologi belakangan ini dapat meningkatkan kemungkinan senjata biologis diperoleh atau diproduksi oleh aktor non-negara, termasuk individu atau organisasi teroris.

Di abad ke-20, kita menyaksikan penggunaan senjata biologis oleh individu dan kelompok yang melakukan tindakan kriminal atau pembunuhan yang ditargetkan, perang biologis yang dilakukan oleh sebuah negara, dan pelepasan patogen secara tidak sengaja dari laboratorium.

Isu lain terkait hal ini adalah tuduhan palsu penggunaan senjata biologis yang menyoroti kesulitan dalam membedakan antara penyakit yang terjadi secara alami, kecelakaan, dan penggunaan yang disengaja.

Dalam praktiknya, jika suatu peristiwa penyakit yang mencurigakan terjadi, akan sulit untuk menentukan apakah itu disebabkan oleh alam, kecelakaan, sabotase, atau tindakan perang biologis atau terorisme.

Akibatnya, respons terhadap peristiwa biologis, baik alami, kebetulan, atau disengaja, akan melibatkan koordinasi dari banyak sektor yang bersama-sama memiliki kemampuan untuk menentukan penyebab dan mengaitkannya dengan sumber tertentu.

(rns/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT