Matahari Buatan Korea Pecahkan Rekor Panas Lebih Lama

Matahari Buatan Korea Pecahkan Rekor Panas Lebih Lama

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 27 Nov 2021 05:40 WIB
matahari buatan korea
Matahari Buatan Korsel Pecahkan Rekor Baru Panas Lebih Lama. Foto: Korea Institute of Fusion Energy
Jakarta -

Manusia selangkah lebih dekat menuju akses energi tanpa batas. Reaktor fusi milik Korea Institute of Fusion Energy telah mencatat rekor baru dengan bisa bertahan pada suhu satu juta derajat celcius, dan mempertahankan plasma super panas tersebut selama 30 detik, mengalahkan rekor sebelumnya yang bisa bertahan 10 detik.

Reaktor tokamak yang digunakan untuk rekor tersebut adalah Korea Superconducting Tokamak Advanced Research (KSTAR), yang juga dikenal sebagai Matahari buatan Korea Selatan (Korsel).

KSTAR Korsel memecahkan rekor dunia fusi nuklir

Fusi nuklir ini menggunakan proses reaksi yang sama dengan yang digunakan Matahari dan bintang-bintang lain untuk menghasilkan energi dalam jumlah tak terbatas.

Di Bumi, para ilmuwan sedang mengembangkan proses ini melalui reaktor fusi nuklir, yang disebut tokamaks. Proses ini menggunakan magnet kuat untuk mengontrol dan menstabilkan plasma yang terbakar pada suhu jutaan derajat.

Dikutip dari Science Alert, proses tersebut memungkinkan atom membentuk inti yang lebih berat. Secara teori, ini akan melepaskan sejumlah besar energi berkelanjutan. Pada akhirnya, ini akan membantu dunia mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menekan dampak terburuk dari perubahan iklim.

Konstruksi pada perangkat KSTAR selesai pada tahun 2007, dan sejak saat itu, reaktor fusi nuklir ini telah membuat langkah penting menuju penyediaan energi bersih. Desember lalu, KSTAR mencetak rekor dunia dengan mempertahankan plasma pada suhu 100 juta derajat celcius selama 20 detik. Kini, Korea Institute of Fusion Energy mengalahkan rekornya sendiri dengan bertahan 10 lebih detik lebih lama menjadi 30 detik.

Meski angka ini masih jauh dari yang ditetapkan Chinese Academy of Sciences, yaitu 101 detik, tetap saja pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan menuju energi bersih yang dapat mengubah cara memberdayakan manusia.

matahari buatan koreaFoto: Phys.org

Memanen energi bersih dari fusi nuklir

Tim di Korea Institute of Fusion Energy mengatakan, rekor itu dicapai berkat pengoptimalan sistem pemanas tokamak serta kondisi medan magnet di dalam mesin. Selanjutnya, mereka menargetkan bisa mengalahkan rekornya sendiri beberapa kali lipat pada tahun 2026, dengan mempertahankan plasma selama 300 detik. Untuk mencapai ini, mereka harus meningkatkan reaktor mereka untuk memungkinkan kontrol suhu besar-besaran untuk waktu yang lebih lama.

Serangkaian kemajuan dalam teknologi fusi nuklir membuka jalan bagi energi berkelanjutan tanpa batas. Pada Mei tahun ini, misalnya, UK Atomic Authority mengumumkan bahwa mereka telah mengembangkan sistem pembuangan tokamak pertama di dunia, yang akan sangat membantu mengurangi suhu di perangkat, dan memungkinkan mereka untuk bekerja lebih lama.

Sebuah startup bernama Commonwealth Fusion Systems yang disokong Bill Gates dan MIT, baru-baru ini mengungkapkan hasil dari pengujian yang sukses pada magnet yang sangat kuat dan hemat listrik untuk percobaan fusi tokamak yang disebut SPARC.

Meskipun kita melihat kemajuan teknologi fusi nuklir dengan pesat, jalan menuju energi bersih dari fusi nuklir masih panjang, dan mungkin tidak akan tercapai dekade ini. Saat ini, energi yang dibutuhkan untuk menyalakan perangkat tokamak jauh melebihi daya yang dihasilkan oleh mesin. Energi bersih akan tercapai ketika listrik yang dihasilkan oleh fusi nuklir melebihi energi yang dimasukkan ke Matahari buatan di Bumi ini.



Simak Video "Nggak Mau Kalah! Eropa Bikin Matahari Buatan Saingi China"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fyk)