Bola Api Melintas di Langit, Ternyata Satelit Mata-mata Rusia Jatuh

Bola Api Melintas di Langit, Ternyata Satelit Mata-mata Rusia Jatuh

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 22 Okt 2021 14:11 WIB
Objek misterius berwarna kehijauan di langit Australia
Foto: Ilustrasi bola api di langit (Shaz Hussien/Facebook)
Jakarta -

Bola api tampak melintasi langit malam di Ohio, Michigan, dan Indiana, Amerika Serikat (AS) pada Rabu (20/10) waktu setempat. Benda tersebut rupanya satelit milik Rusia yang gagal mengorbit.

Bola api tersebut memancarkan cahaya hijau, emas, dan merah muda, serta meninggalkan jejak terang di belakangnya. Sekitar dua menit di angkasa, benda tersebut pecah menjadi potongan-potongan kecil dalam perjalanannya turun dari orbit sebelum melintasi perbatasan Amerika Serikat dan Kanada, di suatu tempat di atas Great Lakes.

"Saya melihatnya melintas di langit. Awalnya tidak ada ekor, lalu berekor, kemudian ekornya menghilang," kata saksi mata Stephanie Neal, warga Williamsburg, Ohio, dikutip dari The New York Times, Jumat (22/10/2021).

Benda itu bukan fenomena udara yang tidak dapat dijelaskan, seperti yang digambarkan Pentagon akhir-akhir ini, bukan pula meteor dari hujan meteor Orionid, yang mencapai puncaknya pada Kamis (21/10) pagi waktu setempat.

Berdasarkan pelacak orbital, benda tersebut adalah satelit militer Rusia COSMOS 2551 yang baru diluncurkan namun gagal mengorbit. Satelit itu kemudian terjun dan terbakar saat melalui atmosfer Bumi.

Beberapa detail tentang satelit itu juga diakui oleh militer Rusia. Awalnya, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan peluncuran dan penyebaran satelit berhasil. Namun tak lama setelah mencapai ruang angkasa, pelacak satelit melihat penurunan bertahap di ketinggian pesawat ruang angkasa.

Satelit Pengintai

Kosmos-2551 adalah satelit pengintai Rusia yang diluncurkan pada 9 September dari Kosmodrom Plesetsk Rusia. Sayangnya satelit gagal bertahan, tak lama setelah peluncuran.

Jonathan McDowell, astronom dan pelacak satelit di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, melalui tweet di akun Twitternya menyebut, meskipun masuk Bumi dalam bentuk bola-bola api, COSMOS 2551 diperkirakan tidak melukai siapapun saat terjatuh.

"Satelit diperkirakan hanya berbobot sekitar 500 kg, dan tidak ada puing yang diperkirakan mencapai tanah," ujarnya.

COSMOS 2551 menurutnya telah berkeliling dunia 17 kali sehari sejak diluncurkan, dengan kecepatannya menurun setelah setiap rotasi karena gesekan dengan atmosfer.

Ia menjelaskan, kecepatan perjalanan menuju Bumi menjadi pembeda antara puing-puing ruang angkasa dari benda-benda seperti bola api, meteor atau batu ruang angkasa.

Dengan kecepatan hanya 27.400 km per jam, objek seperti COSMOS 2551 bergerak jauh lebih lambat dari pada bintang jatuh. Selain itu, membutuhkan waktu yang relatif lama untuk pecah.



Simak Video "Fenomena di Bulan Juli: Hujan Meteor dan Matahari di Atas Ka'bah"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)