Dear Guru, Murid Tukang Lawak Bisa Jadi yang Terpintar di Sekolah

Dear Guru, Murid Tukang Lawak Bisa Jadi yang Terpintar di Sekolah

Aisyah Kamaliah - detikInet
Selasa, 12 Okt 2021 10:24 WIB
Pawai obor Asian Games 2018 digelar di Jakarta selama 4 hari. Pelajar dari berbagai sekolah pun antusias menyambut pawai obor Asian Games tersebut.
Studi: Tukang Lawak di Sekolah Bisa Jadi yang Terpintar (Foto Ilustrasi: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Riset terbaru menyebut bahwa murid tukang lawak di sekolah bisa jadi adalah orang yang terpintar di antara teman-temannya yang lain. Riset yang dipublikasikan di jurnal Humor ini mengatakan 'jokesters' atau tukang lawak bisa jadi adalah 'Si Kutu Buku' yang bersembunyi dengan tingkah lakunya.

Dilansir dari IFL Science, ketika para ilmuwan meneliti lebih dari 200 siswa sekolah menengah Turki dan mereka menemukan hubungan yang erat antara kemampuan komedi anak-anak dan tingkat kecerdasan.

"Kami sangat tertarik pada kualitas humor yang dibuat oleh anak-anak tetapi dievaluasi oleh orang dewasa," jelas pemimpin studi Profesor Ugur Sak.

"Orang tua dan guru harus menyadari bahwa jika anak atau siswanya sering membuat humor berkualitas baik, kemungkinan besar mereka memiliki kecerdasan yang luar biasa," lanjutnya.

Menjadi lucu telah dianggap sebagai tanda kecerdasan tinggi sejak lama. Tetapi ada perbedaan antara humor anak dan orang dewasa.

"Sementara humor sering digunakan untuk hiburan oleh orang dewasa, anak-anak kebanyakan menggunakannya untuk beradaptasi dengan teman sebaya. Oleh karena itu, sifat humor orang dewasa dan anak-anak berbeda," kata peneliti.

Peneliti juga mengungkapkan, setelah membandingkan kemampuan humor anak-anak dengan kecerdasan mereka yang diukur dengan Skala Kecerdasan Anadolu Sak, ternyata terdapat tingkat korelasi yang tinggi, tulis para peneliti.

Sebagai catatan, peneliti menyebut penelitian ini juga erat dengan unsur budaya. Karena ini di Turki, hasilnya belum tentu dapat digeneralisasikan secara global.

"Perilaku tertentu yang dianggap lucu secara intelektual dalam suatu budaya, mungkin tidak begitu lucu secara intelektual di budaya lain," makalah itu menjelaskan. Artinya, humor mencerminkan norma budaya.

"Karena apresiasi humor dibentuk oleh budaya... kemampuan humor mungkin berkorelasi berbeda dengan kecerdasan dalam budaya yang berbeda. Karenanya, mengeksplorasi hubungan antara kecerdasan dan kemampuan humor dalam konteks budaya yang berbeda dapat memberikan bukti baru tentang hubungan mereka," tandas makalah tersebut.



Simak Video "Studi Covid-19 Berlangsung di China, WHO Minta Hasil Transparan "
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)