Gawat, Ilmuwan Cemas Manusia Bisa 'Terebus' di Bumi

Gawat, Ilmuwan Cemas Manusia Bisa 'Terebus' di Bumi

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 09 Okt 2021 19:00 WIB
Foto Bumi Bulat
Ilustrasi Planet Bumi. Foto: NASA
London -

Perubahan iklim dan pemanasan global makin mengkhawatirkan dampaknya bagi Planet Bumi, namun di sisi lain upaya untuk menanggulanginya dinilai belum maksimal sejauh ini. Maka dikhawatirkan, nasib umat manusia di masa depan buruk, diibaratkan bisa terebus.

"Saya cemas bahwa keadaan kita sekarang menyerupai dengan pepatah katak direbus, nyaman dengan panasnya panci sampai sudah terlambat," tulis Martin Rees, pakar astrofisika terkemuka dan mantan pemimpin Royal Society.

Katak terebus sampai mati itu kurang lebih menyebutkan jika katak berada di dalam air yang didihkan pelan-pelan, ia tidak waspada dan tetap di tempatnya sampai sudah terlambat dan tewas.

"Politikus fokus pada ancaman yang terlihat seperti COVID-19, namun mereka tidak mau memprioritaskan antisipasi global yang diperlukan untuk mengendalikan perubahan iklim karena dampak terburuknya berada jauh di luar jangka waktu mereka," tulisnya dalam sebuah kolom.

Menurutnya, manusia tidak boleh meninggalkan Bumi dalam keadaan buruk untuk anak cucunya nanti. Pada saat ini, kondisi planet ini sudah dalam keadaan cukup mengkhawatirkan.

"Perubahan pola cuaca di seluruh dunia punya konsekuensi. Hal itu membuat migrasi massal, perubahan penggunaan lahan, gangguan hutan dan lainnya. Jika terlalu parah, akan merusak biosfer tanpa bisa diperbaiki," paparnya lagi.

Ia pun menekankan pentingnya dilakukan antisipasi, misalnya secara serius menurunkan emisi karbon yang berbahaya. Negara maju harus gencar memanfaatkan energi terbarukan, misalnya memanfaatkan matahari, air dan angin. Juga tenaga nuklir asalkan dibuat dengan keamanan mumpuni.

"Kita harus memikirkan warisan yang merupakan hutang kita pada para nenek moyang. Sangat memalukan jika kita meninggalkan Bumi yang rentan pada para keturunan kita," cetusnya.



Simak Video "1,8 Juta Hektar Hutan Siberia Terbakar dan Rusak Parah"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)