China Mau Basmi Nyamuk dengan Cara Ekstrem, Pakai Nuklir!

China Mau Basmi Nyamuk dengan Cara Ekstrem, Pakai Nuklir!

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 02 Sep 2021 05:45 WIB
Demam berdarah: Nyamuk modifikasi terbukti kurangi kasus demam berdarah dengan signifikan di Yogyakarta
China Mau Basmi Nyamuk dengan Cara Ekstrem, Pakai Nuklir! (Foto: BBC Magazine)
Jakarta -

Peneliti China berupaya mengendalikan penyakit mematikan yang ditularkan oleh nyamuk. Caranya terbilang ekstrem, yaitu membasmi nyamuk dengan teknologi nuklir. Mereka mengatakan, ini adalah satu-satunya teknologi biologi modern yang berpotensi membasmi nyamuk tertentu di suatu wilayah dan mengendalikan penularan penyakit.

"Teknik anti nyamuk menggunakan radiasi nuklir digunakan untuk memadamkan kapasitas reproduksi nyamuk jantan. Setelah dilepaskan, jantan mandul ini akan kawin dengan betina liar tanpa menghasilkan keturunan," kata ketua penelitian Zhang Dongjing.

Dikutip dari Global Times, Kamis (2/9/2021) International Atomic Energy Agency (IAEA) memuji penelitian anti-nyamuk yang dilakukan oleh Nuclear Technology Research and Development Center of the China Atomic Energy Authority (CAEA), yang didirikan dalam kemitraan dengan Universitas Sun Yat-sen pada tahun 2020.

"Ini sebagai contoh penerapan teknologi nuklir ramah lingkungan, teknik nyamuk steril memiliki efektivitas yang kuat dan tahan lama, tanpa polusi kimia yang membahayakan hewan lain atau resistensi obat pada nyamuk," kata Director CAEA.

Wu mencatat bahwa ini adalah satu-satunya teknologi biologis modern yang memiliki potensi untuk membasmi nyamuk tertentu di suatu wilayah dan mengendalikan penularan penyakit.

Berdasarkan data WHO, penyakit yang dibawa nyamuk telah membunuh lebih dari 700.000 orang setiap tahun. Afrika Selatan telah menderita wabah malaria yang parah yang telah menyebabkan banyak kematian.

Zhang Dongjing pergi ke Johannesburg pada tahun 2020 untuk memberikan panduan dan dukungan tentang teknik nyamuk steril ke pusat penyakit menular nasional negara itu. Teknik ini akan berdampak pada pengurangan morbiditas.

Selain pusat penelitian CAEA, Universitas Sun Yat-sen juga mendirikan 'pabrik nyamuk' untuk memproduksi nyamuk steril secara massal. Dengan hasil yang diharapkan dari 40 hingga 50 juta nyamuk steril per minggu, China dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam mengendalikan penyakit yang dibawa nyamuk di negara-negara berkembang, dan memecahkan tantangan perawatan kesehatan masyarakat internasional.

Universitas Sun Yat-sen juga berencana mendirikan tiga sampai empat tempat demo teknologi anti-nyamuk di Greater Bay Area Guangdong-Hong Kong-Macao dan mendirikan pangkalan pelatihan di luar negeri.



Simak Video "China Geram, Jepang Mau Buang Limbah Nuklir ke Samudra Pasifik"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)