Astronaut NASA Ungkap Tidak Enaknya Tinggal di Luar Angkasa

Astronaut NASA Ungkap Tidak Enaknya Tinggal di Luar Angkasa

Virgina Maulita Putri - detikInet
Senin, 30 Agu 2021 08:58 WIB
Astronaut NASA Megan McArthur
Astronaut NASA Ungkap Tidak Enaknya Tinggal di Luar Angkasa Foto: NASA
Jakarta -

Tinggal di luar angkasa atau bahkan planet lain menjadi impian banyak orang, apalagi saat ini bisnis wisata antariksa mulai berkembang. Tapi astronaut NASA Megan McArthur memperingatkan bahwa hidup di luar angkasa itu sulit dan tidak nyaman.

McArthur merupakan salah satu dari tujuh astronaut yang saat ini tinggal dan bekerja di International Space Station (ISS). Ia mengaku tinggal di kondisi dengan gravitasi mikro rasanya seperti memiliki kekuatan super, tapi ada juga tidak enaknya.

"Hal yang sangat, sangat sederhana di Bumi tiba-tiba menjadi sangat susah -- bahkan sesuatu yang sederhana seperti tidur atau gosok gigi. Kalian harus berpikir tentang: Bagaimana saya bisa melakukan ini tanpa membuat berantakan?" kata McArthur dalam wawancara dengan Insider, seperti dikutip detikINET, Senin (30/8/2021).

Astronaut yang tinggal di ISS harus menelan pasta giginya karena meludahkannya akan meningggalkan cairan yang mengambang. Mereka tidur di kompartemen kecil, menggunakan kantong tidur yang dikaitkan ke dinding agar mereka tidak mengambang.

Astronaut juga tidak bisa mencuci pakaiannya dan tidak bisa mandi seperti orang-orang di Bumi. Untuk membersihkan diri, mereka harus mandi menggunakan cairan sabun di kantong dan menggunakan shampoo tanpa bilas saat keramas.

Saat buang air kecil dan besar, mereka harus menggunakan toilet khusus yang memiliki lubang kecil dan kotorannya langsung disedot agar tidak mengambang di ISS. Karena itu banyak astronaut yang menyamakan tinggal di luar angkasa dengan kemah ekstrem, tapi dengan risiko yang lebih besar.

"Kalian harus bersedia merasa tidak nyaman dan menerima risiko, tentu saja. Jadi kalian harus memiliki ketabahan, saya rasa, dalam kepribadian kalian untuk membantu melewati dan menikmati situasi itu," kata McArthur.

Sekitar 1% penerbangan berawak ke luar angkasa yang diluncurkan di Amerika Serikat berakhir dengan kecelakaan fatal. Ini menjadikan perjalanan ke luar angkasa 10.000 kali lebih berbahaya ketimbang terbang menggunakan pesawat komersial.

Meski begitu, saat ini sudah ada banyak perusahaan yang menawarkan bisnis wisata luar angkasa. Sebut saja Blue Origin dan Virgin Galactic yang sudah menjual tiket untuk jalan-jalan ke luar angkasa, serta SpaceX yang akan menerbangkan warga sipil ke ISS.

Pendiri SpaceX Elon Musk bahkan bercita-cita membangun koloni manusia di Mars. Tapi menurut McArthur, saat ini tinggal di ISS yang relatif dekat dengan Bumi merupakan hal yang sangat sulit dan berisiko, bahkan dengan latihan dan pengalaman bertahun-tahun.

"Saya agak tahu apa yang akan terjadi. Tapi untuk kemudian bisa menjalaninya tetap sangat menyenangkan dan seru dan sangat menantang. Sebesar apapun persiapannya, kehidupan sehari-harinya masih sangat menantang," pungkas McArthur.



Simak Video "Momen Bersejarah Kru Film Rusia Tiba di Luar Angkasa"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/afr)