Apakah Terbang ke Mars Aman Buat Manusia?

Apakah Terbang ke Mars Aman Buat Manusia?

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 28 Agu 2021 22:15 WIB
South of Valles Marineris merupakan daerah kuno yang ditutupi oleh banyak kawah tubrukan.
Apakah Terbang ke Mars Aman Buat Manusia? Foto: NASA / JPL-Caltech
Jakarta -

Mengirim manusia ke Mars membutuhkan berbagai cara untuk mengatasi hambatan teknologi dan keselamatan, antara lain risiko besar yang ditimbulkan oleh radiasi partikel dari Matahari, bintang, dan galaksi. Apakah aman bagi manusia terbang ke Mars?

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam jurnal peer-review Space Weather, tim ilmuwan antariksa internasional, termasuk peneliti dari University of California, Los Angeles (UCLA), menjawab dua pertanyaan itu dengan "tidak" dan "ya."

Artinya, manusia harus dapat melakukan perjalanan ke dan dari Mars dengan aman, asalkan pesawat luar angkasa memiliki pelindung yang cukup dan perjalanan pulang pergi lebih pendek dari sekitar empat tahun.

Waktu misi manusia ke Mars memang akan membuat perbedaan. Para ilmuwan menentukan bahwa waktu terbaik untuk penerbangan meninggalkan Bumi adalah ketika aktivitas Matahari mencapai puncaknya, yang dikenal sebagai maksimum Matahari.

Dikutip dari Science Daily, perhitungan para ilmuwan menunjukkan bahwa adalah mungkin untuk melindungi pesawat ruang angkasa dari partikel energi Matahari karena selama Matahari maksimum, partikel paling berbahaya dan energik dari galaksi yang jauh dibelokkan oleh peningkatan aktivitas Matahari.

Kemudian, penerbangan rata-rata ke Mars memakan waktu sekitar sembilan bulan, jadi tergantung pada waktu peluncuran dan bahan bakar yang tersedia. Sangat masuk akal bahwa misi manusia dapat mencapai planet ini dan kembali ke Bumi dalam waktu kurang dari dua tahun.

"Studi ini menunjukkan bahwa sementara radiasi ruang angkasa memberlakukan batasan ketat pada seberapa berat pesawat dan waktu peluncuran, dan itu menghadirkan kesulitan teknologi untuk misi manusia ke Mars, misi semacam itu layak dilakukan," kata Yuri Shprits peneliti geofisika dari UCLA dan salah satu penulis penelitian ini.

Agar aman, para peneliti merekomendasikan misi ke Mars tidak lebih dari empat tahun karena perjalanan yang lebih lama akan membuat astronaut terpapar radiasi dalam jumlah tinggi dan berbahaya selama perjalanan pulang pergi. Mereka juga mengingatkan bahwa bahaya utama penerbangan semacam itu adalah partikel dari luar tata surya kita.

Shprits dan rekan dari UCLA, MIT, Institut Sains dan Skolkovo Institute of Science and Technology, Moskow dan GFZ Potsdam menggabungkan model geofisika radiasi partikel untuk siklus Matahari dengan model bagaimana radiasi akan mempengaruhi penumpang manusia, termasuk efeknya yang bervariasi pada organ tubuh dan pesawat ruang angkasa.

Pemodelan menentukan bahwa memiliki cangkang pesawat ruang angkasa yang dibangun dari bahan yang relatif tebal dapat membantu melindungi astronaut dari radiasi. Tetapi jika pelindungnya terlalu tebal, justru akan meningkatkan jumlah radiasi sekunder yang mereka hadapi.

Dua jenis utama radiasi berbahaya di ruang angkasa adalah partikel energi Matahari dan sinar kosmik galaksi. Adapun intensitasnya masing-masing bergantung pada aktivitas Matahari.



Simak Video "Momen Bersejarah Kru Film Rusia Tiba di Luar Angkasa"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)