Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan? Studi Membuktikan...

Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan? Studi Membuktikan...

Aisyah Kamaliah - detikInet
Senin, 23 Agu 2021 06:14 WIB
Counting money
Apakah uang bisa membeli kebahagiaan seseorang? Studi membuktikan... Foto: Getty Images/iStockphoto/Yamtono_Sardi
Jakarta -

Pepatah bijak mengatakan bahwa uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Namun studi yang satu ini cukup menarik untuk ditelisik lebih jauh.

Studi ini dilakukan oleh sejumlah peneliti terhadap 33.391 orang (18-65 tahun) menggunakan aplikasi di smartphone mereka untuk memantau perasaan mereka sepanjang hari, sebagaimana dikutip dari CNBC.

Pertanyaannya meminta responden untuk memberikan peringkat tentang 'apa yang Anda rasakan sekarang' juga 'apakah Anda sudah puas dengan kehidupan Anda sekarang?'. Penelitian ini dilangsungkan selama tujuh tahun.

Hasilnya sangat menarik. Mereka yang mengalami kenaikan pendapatan (meskipun tidak sebanyak yang dipikirkan orang-orang) ternyata diiringi dengan kehidupan yang lebih baik.

"Pada individu, studi ini menunjukkan bahwa ketika orang-orang mengalami kemajuan dalam karier mereka dan pendapatan mereka meningkat, itu berpotensi membuat hidup mereka benar-benar lebih baik," kata Matthew Killingsworth, penulis studi tersebut dan pakar senior dari Wharton yang mempelajari soal kebahagiaan manusia.

Pada tingkat masyarakat yang lebih luas, ini bisa berarti bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dalam beberapa dekade mendatang mungkin memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Terlebih selama pandemi COVID-19, pendapatan bisa menjadi sedikit lebih penting untuk kebahagiaan orang, ujar Killingsworth.

"Misalnya, jika Anda memiliki sandaran keuangan, Anda akan lebih mampu melewati masa pengangguran, dan jika Anda memiliki pekerjaan bergaji tinggi, kemungkinan besar Anda akan dapat bekerja dari rumah dan tetap bekerja. Pekerjaan Anda aman, ini akan memberi Anda lebih banyak hak pilihan atas hidup Anda," tuturnya.

Kendati demikian, Killingsworth mengatakan bahwa pendapatan hanyalah salah satu faktor yang mempengaruhi kebahagiaan individu - bukan yang paling penting. Faktor selain uang yang berkontribusi pada kebahagiaan seseorang sebenarnya juga ditunjukkan oleh penelitian lain yang menunjukkan bahwa hubungan sosial dan koneksi adalah kontributor paling penting untuk kebahagiaan seseorang.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah bagaimana pekerjaan dan penghasilan kita sesuai dengan pandangan kita tentang makna kesuksesan. Studi lain menunjukkan bahwa ketika orang memiliki pekerjaan yang memberi mereka makna atau tujuan, mereka lebih bahagia, terlepas dari berapa banyak uang yang mereka hasilkan.



Simak Video "Studi Covid-19 Berlangsung di China, WHO Minta Hasil Transparan "
[Gambas:Video 20detik]
(ask/afr)