Mengerikan, Asap Kebakaran di Siberia Sambangi Kutub Utara

Mengerikan, Asap Kebakaran di Siberia Sambangi Kutub Utara

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 13 Agu 2021 07:50 WIB
Siberia -

Kebakaran hutan mengerikan tengah melanda wilayah Siberia, Rusia. Saking masifnya sang jago merah, untuk pertama kalinya dalam sejarah asap dari kebakaran itu mencapai area Kutub Utara, berdasarkan pengamatan NASA.

Tak hanya itu, kebakaran Siberia lebih luas dari seluruh kebakaran yang melanda Bumi saat ini dipadukan jadi satu. Rekaman satelit NASA menunjukkan hamparan asap berada di area sepanjang 4.800 kilometer hingga sampai di Kutub Utara.

Memang kebakaran biasa muncul saat musim panas di Siberia yang banyak hutan, namun kali ini lebih parah skalanya. Tahun silam, kebakaran di sana diperkirakan melepas 450 juta ton karbondioksida, tapi tahun sudah lebih dari 505 juta ton dan belum berakhir.

Seperti dikutip detikINET dari Live Science, asap kebakaran sudah dirasakan pekat sejak pertengahan Juli. Pada saat ini, api masih membesar dan melalap segalanya, di mana sekitar 34 ribu kilometer persegi hutan terbakar.

Salah satu alasan parahnya skala kebakaran hutan adalah karena pemerintah Rusia membiarkannya saja lantaran biaya untuk memadamkan disebut lebih besar dari kerusakan yang terjadi. Namun kebakaran pada tahun ini begitu besar sehingga ilmuwan menghubungkannya dengan perubahan iklim.

Alexey Yaroshenko selaku pakar kehutanan Rusia menyebut api di Siberia lebih besar dibandingkan paduan kebakaran yang terjadi saat ini di Yunani, Italia, Amerika Serikat dan Kanada. Selain karena pemanasan global, manajemen pengelolaan hutan juga buruk.

Pemerintah Rusia seolah tak peduli dengan kerusakan yang ditimbulkan dan mungkin warga juga menganggapnya sebagai hal yang biasa. "Selama bertahun-tahun, pejabat dan para pemimpin mengatakan kebakaran hutan adalah hal yang normal, bahwa area itu selalu terbakar dan tidak perlu dipermasalahkan. Orang-orang sudah terbiasa." kata Alexey menyesalkannya.

(fyk/afr)