Studi: Filter Instagram Bikin Syok Lihat Muka Asli Kita

Studi: Filter Instagram Bikin Syok Lihat Muka Asli Kita

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 04 Agu 2021 10:05 WIB
Portrait of happy joyful beautiful stylish brunette young woman in glasses sitting on video call or doing selfie with toothy smile and happiness waving hand. indoor studio shot, cafe office background
Studi: Filter Instagram Bikin Syok Lihat Muka Asli Kita. Foto: Getty Images/iStockphoto/Khosrork
Jakarta -

Ketika membuka Instagram, TikTok, atau Snapchat, kita tak asing melihat feed bertaburan dengan foto-foto yang sudah menggunakan bermacam filter. Kabarnya, penggunaan filter di media sosial (medsos) membuat kita lupa dan kaget melihat sosok asli kita.

Sebuah survei baru memperingatkan bahwa penggunaan filter memiliki dampak negatif pada sepertiga nilai diri pengguna media sosial. Seperempat orang mengatakan, menggunakan filter telah membelokkan persepsi mereka tentang penampilan mereka selama ini, dan membuat mereka syok saat melihat foto yang tidak diedit.

Survei yang dilakukan oleh perusahaan kosmetik asal Inggris Uvence, menanyakan kepada 2.069 responden bagaimana pendapat mereka tentang filter di media sosial.

Seperlima mengatakan, mereka tidak mau memposting foto di medsos tanpa pengeditan yang menghilangkan kerutan, bintik-bintik, dan stretch mark. Sementara itu, 37% mengatakan mereka lebih menyukai wajah yang difilter daripada wajah asli mereka.

Ahli bedah kosmetik Dr Olivier Amar sekaligus Head Marketing mengatakan, sejak awal pandemi, praktisi dan ahli bedah di industri kosmetik telah melihat adanya lonjakan permintaan untuk perawatan pasien.

"Peningkatan minat ini berasal dari pasien yang sudah ada serta individu yang sebelumnya tidak pernah mempertimbangkan prosedur kosmetik sebelumnya. Dalam konsultasi dengan pasien, salah satu prioritas utama saya adalah memastikan bahwa mereka mencari perawatan untuk alasan yang tepat," ujarnya seperti dikutip dari Daily Mail.

"Sangat mudah bagi kita untuk termakan oleh konten medsos, apakah itu melalui filter atau dengan membandingkan diri kita dengan orang lain, sehingga mendorong untuk memutuskan apakah perlu melakukan operasi," sambungnya.

Studi ini dilakukan setelah Norwegia mengumumkan undang-undang yang akan melarang influencer memposting foto yang dimodifikasi tanpa menyatakan apa yang telah mereka lakukan.

InstagramFilter Instagram 'Filter vs Reality'. Foto: Instagram

Filter vs Realita

Untuk diketahui, filter kecantikan adalah alat pengeditan foto otomatis yang menggunakan kecerdasan buatan untuk mendeteksi fitur wajah dan menyesuaikannya dengan apa yang menurut pembuatnya ideal.

Penggunaan filter ini sangat populer di kalangan jutaan pengguna Instagram, TikTok, Snapchat dan medsos lainnya. Sebagi kalangan mengecam hal ini karena dinilai telah merusak kepercayaan diri anak-anak muda.

Penelitian oleh badan amal Girlguiding tahun lalu menemukan setengah dari anak perempuan berusia 11 hingga 16 tahun selalu menggunakan aplikasi atau filter untuk membuat diri mereka terlihat lebih baik.

Influencer Faye Dickinson dari London, Inggris, meminta aplikasi medsos melarang penggunaan filter foto, atau memiliki batasan usia untuk di atas 18-an saja.

"Masalah dengan filter ini adalah, kalian melihat sisi diri kalian dengan filter dramatis yang tidak ada, yang sesuai dengan standar kecantikan yang tidak wajar dan tidak manusiawi yang sekarang dapat diperoleh dengan filter. Itu adalah obsesi tidak sehat," ujarnya.

Dickinson kemudian menciptakan filter Instagram yang populer bernama "Filter vs Reality". Filter ini menggunakan efek layar terpisah untuk menunjukkan perbedaan antara foto yang diedit dan yang tidak diedit.

"Sangat mudah untuk merasa rendah diri dan minder, melihat betapa banyak konten yang kita konsumsi setiap hari difilter dan difoto, dan semua orang terlihat sempurna. Jangan biarkan filter ini menipu kalian. Kalian semua unik, cantik, kuat, dicintai banyak orang, dan berharga tanpa filter apa pun," tutupnya.



Simak Video "Kelebihan Fitur Reels di Instagram yang Disebut Mirip TikTok"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)