Virus Kuno Berusia 15 Ribu Tahun Tersembunyi di Tibet

Virus Kuno Berusia 15 Ribu Tahun Tersembunyi di Tibet

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 21 Jul 2021 22:07 WIB
virus purba
Virus Kuno Berusia 15 Ribu Tahun Tersembunyi di Tibet. Foto: Science Alert
Jakarta -

Film horor sering menggambarkan makhluk purba muncul dari penyimpanan dingin di lapisan es yang mencair. Kisah ini hampir mirip dengan temuan virus kuno yang bersembunyi gletser Tibet yang mencair.

Dikutip dari Science Alert, Rabu (21/7/2021) mencairnya es ini memunculkan sejumlah kekhawatiran tentang virus purba yang kembali menghantui kita.

"Pencairan tidak hanya akan menyebabkan hilangnya mikroba dan virus kuno yang 'diarsipkan', tetapi juga melepaskannya ke lingkungan di masa yang akan datang," tulis para peneliti dalam sebuah studi yang dipimpin oleh ahli mikrobiologi Zhi-Ping Zhong dari Ohio State University.

Berkat teknik metagenomics baru dan metode baru untuk menjaga sampel inti es mereka tetap steril, para peneliti bekerja untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang sebenarnya ada di dalam kondisi dingin.

Dalam penelitian ini, tim dapat mengidentifikasi 'arsip' puluhan virus unik berusia 15.000 tahun dari lapisan es Guliya di Dataran Tinggi Tibet, dan mendapatkan wawasan tentang fungsinya.

"Gletser ini terbentuk secara bertahap, dan bersama dengan debu dan gas, banyak virus juga disimpan di es itu," kata Zhong. Mikroba ini menurutnya, berpotensi mewakili yang ada di atmosfer pada saat mereka disimpan.

Studi sebelumnya telah menunjukkan komunitas mikroba berkorelasi dengan perubahan konsentrasi debu dan ion di atmosfer, dan juga dapat menunjukkan kondisi iklim dan lingkungan pada saat itu.

Dalam catatan beku zaman kuno ini, 6,7 kilometer di atas permukaan laut di China, para peneliti menemukan bahwa 28 dari 33 virus yang mereka identifikasi belum pernah terlihat sebelumnya.

"Ini adalah virus yang akan berkembang biak di lingkungan yang ekstrem," kata ahli mikrobiologi Ohio State University Matthew Sullivan, seraya menambahkan bahwa virus ini memiliki ciri khas gen yang membantu mereka menginfeksi sel di lingkungan dingin.

Membandingkan urutan genetik mereka ke database dari virus yang diketahui, tim menemukan bahwa virus paling melimpah di kedua sampel inti es adalah bakteriofag yang menginfeksi Methylobacterium. Ini adalah bakteri penting untuk siklus metana di dalam es.

Bakteri ini paling terkait dengan virus yang ditemukan pada strain Methylobacterium di habitat tanaman dan tanah. Temuan ini konsisten dengan laporan sebelumnya bahwa sumber utama debu yang disimpan di lapisan es Guliya kemungkinan berasal dari tanah.

"Virus beku ini kemungkinan berasal dari tanah atau tanaman dan memfasilitasi perolehan nutrisi untuk inangnya," tim menyimpulkan.

Selain momok virus purba cukup mengkhawatirkan di tengah pandemi saat ini, bahaya terbesar sebenarnya terletak pada apa lagi yang akan dilepaskan oleh es yang mencair, antara lain cadangan besar metana dan karbon yang diserap. Di sisi lain, es juga menyimpan wawasan tentang perubahan lingkungan di masa lalu dan evolusi virus.

"Kami hanya tahu sedikit tentang virus dan mikroba di lingkungan ekstrem ini, dan apa yang sebenarnya ada di sana," kata ilmuwan ahli Bumi Lonnie Thompson.

"Bagaimana bakteri dan virus merespons perubahan iklim? Apa yang terjadi ketika kita beralih dari zaman es ke periode hangat seperti sekarang ini?" tanyanya.

Yang jelas, ada begitu banyak misteri di Bumi ini yang harus dieksplorasi para ilmuwan dan ahli. Virus tersembunyi ini hanya setitik kecil dari rahasia alam yang terbentang.



Simak Video "Fosil Hewan Purba Ratusan Ribu Tahun Ditemukan di Blora"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)