Peringatan, Banjir Bandang Seperti di Jerman Bisa Jadi Hal Biasa

Peringatan, Banjir Bandang Seperti di Jerman Bisa Jadi Hal Biasa

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 19 Jul 2021 22:30 WIB
Banjir bandang di Jerman
Kerusakan akibat banjir bandang di Jerman. Foto: AP/Boris Roessler
Berlin -

Banjir bandang di Jerman, Belgia sampai Belanda memang mengejutkan karena berskala besar. Namun ilmuwan memperingatkan kejadian semacam itu bisa jadi hal biasa di masa mendatang terkait pemanasan global dan perubahan iklim.

"Hujan yang turun secara ekstrem akan menjadi lebih sering di dunia yang lebih panas ini," cetus Andreas Fink, pakar dari Meteorology and Climate Research, Karlsruhe Institute of Technology.

Suhu global naik sekitar 1,2 derajat Celcius dibandingkan masa pra industri. Kenaikan temperatur 1 derajat meningkatkan kapasitas atmosfer untuk menyimpan air sehingga peluang hujan lebat meningkat.

"Untuk setiap peningkatan temperatur satu derajat Celcius, atmosfer bisa menyerap 7% lebih ap air. Uap air tambahan yang disebabkan oleh pemanasan global ini akan berujung pada meningkatnya hujan dalam jangka panjang," kata Dr Sebastian Sippel dari Institute for Atmospheric and Climate Science yang dikutip detikINET dari Deutsche Welle, Senin (19/7/2021).

Gangguan cuaca yang memicu bencana seperti banjir memang sudah diprediksi sebelumnya akibat perubahan iklim, namun banyak ilmuwan yang tidak menduga bakal secepat ini. Berbagai macam rekor suhu udara maupun curah hujan telah terpecahkan.

"Saya takut karena sepertinya terjadi dengan begitu cepatnya. Terjadi peristiwa yang memecahkan rekor di seluruh dunia, dalam jarak waktu antara satu sama lain cuma mingguan," kata Hayley Fowler, akademisi di Newcastle University, Inggris.

Berbagai negara pun diminta semakin mengantisipasi pemanasan global, terutama dengan memangkas emisi berbahaya.

"Dunia kita saat ini sudah lebih panas dengan es yang mencair, naiknya air laut, lebih banyaknya peristiwa cuaca ekstrem. Hal itu akan bersama kita dan juga di generasi selanjutnya. Namun kita masih bisa mencegahnya agar tidak menjadi semakin buruk," cetus Stefan Rahmstorf, ilmuwan di Potsdam Institute for Climate Impact Research.



Simak Video "Angela Merkel Tinjau Banjir di Jerman yang Tewaskan 196 Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)