Fakta Oxygen Concentrator yang Bakal Diandalkan Menkes Lawan Corona

Fakta Oxygen Concentrator yang Bakal Diandalkan Menkes Lawan Corona

Tim - detikInet
Kamis, 15 Jul 2021 17:41 WIB
Medical Device Individual portable oxygen cylinder to put gas for patients with respiratory disorders, Oxygen concentrator bar gauge measurement liter made pure water min max level, white background
Oxygen concentrator. Foto: Getty Images/iStockphoto/JadeThaiCatwalk
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap strategi mengantisipasi kebutuhan oksigen untuk pasien Corona. Salah satu yang diterapkan adalah penggunaan oxygen concentrator. Perangkat apakah ini?

Menkes Budi mengatakan, ke depannya, penanganan pasien Corona akan lebih diarahkan menggunakan oxygen concentrator. Cara ini juga diterapkan India saat mengalami lonjakan jumlah kasus Corona.

"Ini adalah cara yang dipakai juga di India kemarin dan kita menyumbang juga ke India beberapa oxygen concentrator ini. Kita sudah mengidentifikasi kebutuhan tabung dan oxygen concentrator itu sekitar 60-70 ribu, tapi mungkin ke depannya kita mengarahkan ke oxygen concentrator," ujarnya.

Seperti dikutip detikINET dari Live Mint, Kamis (15/7/2021) udara atmosfer punya sekitar 78% nitrogen dan 21% oksigen. Nah, oxygen concentrator sebenarnya adalah perangkat sederhana yang berfungsi sesuai namanya, mengambil udara di sekelling dan meningkatkan konsentrasi oksigen, dengan menyaring dan membuang nitrogen.

Oxygen concentrator memasok oksigen yang dibutuhkan tubuh dengan cara yang sama seperti tabung oksigen, di mana pasien bernapas dengannya melalui masker oksigen atau alat sejenis. Ia dapat bekerja terus menerus selama 24 jam.

Namun demikian, dikatakan bahwa tidak semua pasien yang mengalami penurunan oksigen di bawah rata-rata dapat memakainya. "Oxygen concentrator hanya dapat digunakan di kasus moderat COVID-19, ketika pasien mengalami penurunan level oksigen, ketika persyaratan oksigen maksimum 5 liter per menit," cetus Profesor Sanyoguta Naik dari BJ Medical College, India.

Ia menambahkan bahwa oxygen concentrator juga bisa sangat berguna bagi pasien yang mengalami gejala komplikasi pasca menderita virus Corona, yang membutuhkan terapi oksigen.

Namun patut dicatat bahwa oxygen concentrator harus atas panduan tenaga medis, tidak bisa dipakai sendiri karena dikhawatirkan menimbulkan bahaya.

"Pasien dengan pneumonia moderat yang dipicu COVID-19 dengan saturasi oksigen kurang dari 94, bisa memanfaatkan oksigen tambahan melalui oxygen concentrator, tapi hanya jika sudah berada di rumah sakit. Pasien yang menggunakannya sendiri tanpa panduan medis yang cocok bisa menjadi bahaya," pungkasnya.



Simak Video "Oxygen Concentrator, Strategi Menkes soal Kebutuhan Oksigen"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)