Kisah Ilmuwan Muslim Penemu Cara Meluruskan Arah Kiblat

Kisah Ilmuwan Muslim Penemu Cara Meluruskan Arah Kiblat

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Kamis, 15 Jul 2021 13:05 WIB
Nasiruddin Al Tusi Penemu Cara Meluruskan Arah Kiblat
Nasiruddin Al Tusi, penemu cara meluruskan arah Kiblat (Foto: Wikipedia)
Jakarta -

Umat muslim di dunia sore ini, Kamis 15 Juli 2021 bisa meluruskan arah Kiblat. Metode ini ditemukan tepat 8 abad silam.

Menurut LAPAN dari situs resminya, Matahari lewat di atas Kakbah 2 kali setahun, pada 27 Mei dan 15 Juli. Momen ini disebut Qibla Day atau Istiwa'ul Azham alias Great Culmination of Mecca atau Global Rashdul Qibla.

Saat Matahari di atas Kakbah, maka semua bayangan di Bumi akan mengarah langsung ke Kakbah. Inilah saat yang tepat untuk meluruskan arah Kiblat. Siapakah orang yang pertama kali menemukan metode ini?

Dihimpun detikINET dari laman Fakultas Sains, Universitas Utrecht, Belanda, Kamis (15/7/2021) metode meluruskan Kiblat dengan bayangan matahari dirintis oleh 2 ahli astronomi muslim abad ke-13. Yang pertama adalah Mahmud Bin Muhammad Bin Umar Al Jaghmini (wafat 1221) dari Jaghmin, Uzbekistan.

Tidak terlalu banyak catatan kisah hidupnya, namun dia menulis buku Al Mulakhkhas fi Al Hay'a (Compendium of Astronomy). Dia mengatakan meluruskan arah Kiblat bisa dilakukan ketika Matahari ada di atas Kakbah pada posisi 7,21º Gemini dan 22,39º Cancer.

Ilmuwan kedua yang lebih dikenal sejarawan adalah Nasiruddin Abu Ja'far Muhammad Bin Muhammad Al Tusi (1201-1274) dari Persia (Iran). Dia menulis buku Al Tadhkira Al Nasiriyya Fi Ilm Al Hay'a (Memoir on Science of Astronomy).

Al Tusi adalah ahli astronomi, logika, matematika, biologi, kimia dan filsafat serta menulis 150 buku sepanjang hidupnya. Dia juga disebut sebagai pelopor rumus Trigonometri. Sementara di bidang astronomi, salah satu prestasinya adalah membuat tabel pergerakan planet dan tentu saja menemukan motede untuk meluruskan arah Kiblat.

Meluruskan Arah Kiblat dengan MatahariMeluruskan arah Kiblat dengan Matahari (Foto: CNN)

Dia mengatakan ada cara sederhana untuk meluruskan arah Kiblat yaitu ketika Matahari berada di titik zenith Makkah, pada 8º Gemini dan 23º Cancer. Perlu diketahui, karena sumbu rotasi Bumi miring 66,6º terhadap orbit Bumi, maka terjadi pergerakan semu tahunan Matahari dan lewat tepat di atas Kakbah dua kali setahun.

Pada saat itu, Al Tusi tidak menyebutkan tanggal Hijriah ataupun tanggal Masehi untuk menyebutkan kapan Matahari ada di atas Kakbah. Yang dia -- dan juga Al Jaghmini -- sebutkan adalah posisi lintang Matahari.

Mengapa demikian? Karena di abad ke-13 itu, konversi kalender Masehi dan Hijriyah belum umum dilakukan seperti di masa modern sekarang ini. Bangsa Eropa memakai kalender Masehi (Gregorian) sementara di Timur Tengah memakai kalender Hijriah (Islam).

Metode Al Tusi dan juga Al Jaghmini ratusan tahun kemudian akhirnya telah disempurnakan oleh para astronom dunia. Di zaman modern ini, kita sudah bisa menentukan waktu yang tepat untuk meluruskan arah Kiblat.

Jadwal kulminasi Matahari di atas Kakbah, yaitu pada Kamis sore, 15 Juli 2021 pukul 16.26 WIB / 17.26 Wita / 18.26 WIT. Pada saat kulminasi di waktu yang ditentukan, amatilah bayangan pada tiang yang lurus. Arah Kiblat adalah garis dari ujung bayangan menuju bagian pangkal tiang yang menancap di tanah.

Terima kasih kepada Al Tusi dan Al Jaghmini yang telah menemukan cara sederhana untuk meluruskan arah Kiblat ini.



Simak Video "Matahari Berada di Atas Ka'bah, BMKG Imbau Cek Ulang Arah Kiblat"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)