Amerika Makin Panas, Suhu di Lembah Kematian Tembus 56 Derajat Celsius!

Amerika Makin Panas, Suhu di Lembah Kematian Tembus 56 Derajat Celsius!

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 13 Jul 2021 08:55 WIB
People visit a thermometer Sunday, July 11, 2021, in Death Valley National Park, Calif. Death Valley in southeastern Californias Mojave Desert reached 128 degrees Fahrenheit (53 Celsius) on Saturday, according to the National Weather Services reading at Furnace Creek. The high temperature was actually lower than the previous day, when the location reached 130 F (54 C). (AP Photo/John Locher)
Amerika Makin Panas, Suhu di Lembah Kematian Tembus 56 Derajat Celsius! Foto: AP/John Locher
Jakarta -

Amerika Serikat bagian barat saat ini sedang dilanda gelombang panas yang cukup parah sampai menyebabkan kebakaran hutan. Bahkan, suhu di Death Valley atau Lembah Kematian yang sering disebut sebagai tempat terpanas di dunia hampir memecahkan rekor.

Pada Minggu (11/7) sore waktu setempat, termometer di Furnace Creek Visitors Center yang berada di tengah Lembah Kematian menunjukkan suhu 134 derajat Fahrenheit atau 56,7 derajat Celsius.

Tapi petugas dari National Park Service mengatakan angka di termometer itu biasanya lebih tinggi dari perhitungan resmi. Saat petugas mengukur suhu trotoar di luar pusat pengunjung pada Minggu siang, angkanya menunjukkan 178 derajat Fahrenheit atau 81 derajat Celsius.

Suhu Lembah Kematian memang makin memanas sepanjang akhir pekan kemarin. National Weather Service mencatat suhu di Lembah Kematian mencapai 130 derajat Fahrenheit (54 derajat Celsius) pada hari Jumat, dan 129,4 derajat Fahrenheit (54,1 derajat Celsius).

Meski suhu Lembah Kematian terbilang ekstrem belakangan ini, masih banyak pengunjung yang datang ke area taman nasional tersebut. Beberapa hanya meninggalkan mobilnya sebentar untuk foto bersama termometer yang ada.

"Saya hanya datang ke sini untuk melihat suhunya sepanas apa," kata seorang pengunjung bernama Richard Rader yang mengelilingi Lembah Kematian menggunakan sepedanya, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (13/7/2021).

Jika perhitungan suhu di Lembah Kematian pada Minggu kemarin akurat, maka angka itu akan menyamai rekor yang sebelumnya juga dicetak di lokasi yang sama pada musim panas tahun 1913.

Pada 10 Juli 1913, suhu di Lembah Kematian juga mencapai 56,7 derajat Celsius. Banyak pihak yang mengkritik rekor tersebut karena disebut tidak akurat, tapi World Meteorological Organization dan NOAA menyatakan perhitungan tersebut sebagai angka resmi.

Angka ini juga akan melewati rekor yang dicatat di Lembah Kematian pada Agustus 2020 yang mencapai 130 derajat Fahrenheit atau 54,4 derajat Celsius.

Suhu di Lembah Kematian bisa sangat ekstrem karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Area taman nasional ini termasuk tempat paling rendah di dunia dengan posisi 86 meter di bawah permukaan laut dan dikelilingi oleh pegunungan.

Di tempat ini juga tidak ditemukan banyak tumbuhan dan udaranya memang sangat kering. Akibatnya, panas yang dipantulkan dari bebatuan dan tanah terperangkap di permukaan.

Perubahan iklim juga membuat gelombang panas di AS menjadi semakin ekstrem. Ilmuwan dari World Weather Attribution mengatakan gelombang panas ini tidak mungkin terjadi tanpa perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.

Menghadapi suhu yang ekstrem ini, National Weather Service memberikan peringatan bagi warga di pesisir barat AS untuk berhati-hati karena suhu panas yang ekstrem bisa berbahaya bagi kesehatan, terutama anak-anak dan orang lanjut usia.



Simak Video "Capai 54,4 Celcius, California Catat Suhu Terpanas di Bumi"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/afr)