Babi Hibrida Berkeliaran di Area Bencana Nuklir Fukushima

Babi Hibrida Berkeliaran di Area Bencana Nuklir Fukushima

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 03 Jul 2021 13:30 WIB
babi hutan
Ilustrasi babi hutan. Foto: (Thinkstock)
Fukushima -

Sekitar satu dekade lalu, gempa Bumi magnitudo 9.0 yang diikuti tsunami, menyebabkan bencana besar di Jepang, termasuk kerusakan reaktor nuklir di area Fukushima. Tempat di sekitarnya pun banyak ditinggalkan orang lantaran ketakutan terpapar radiasi radioaktif yang membahayakan kesehatan.

Di sisi lain, jarangnya manusia membuat spesies tanaman maupun binatang mengambil alih tempat itu. Dalam laporan terbaru, terdapat babi hibrida banyak berkeliaran di sana. Dijuluki demikian karena hewan ini adalah hasil perkawinan babi ternak dengan babi hutan atau liar.

Seperti dikutip detikINET dari Futurism, Sabtu (3/7/2021) beberapa babi itu dilaporkan juga mengandung radioaktif. Kondisi tersebut menggambarkan bagaimana binatang beradaptasi di kala ada bencana alam yang menyebabkan manusia berbondong-bondong pergi.

"Di saat manusia tidak bisa kembali, kehidupan liar tetap datang dan bahkan berkembang di area yang ditinggalkan oleh manusia ini," kata Donovan Anderson, peneliti dari Fukushima University yang menggelar penelitian tersebut.

Menurut riset dari Anderson dan timnya, dimana mereka meneliti sampel dari ratusan babi, sekitar 16% dari babi liar yang ada di zona nuklir tersebut adalah babi hibrida yang kawin dengan babi ternak.

Namun demikian dalam jangka panjang, babi itu mungkin tidak akan hibrida lagi. Pasalnya, hanya ada 8% DNA babi ternak dalam tubuh mereka sehingga kemungkinan tidak akan diturunkan ke generasi selanjutnya.

Belakangan ini, sudah ada sebagian orang yang perlahan kembali tinggal di dekat area bencana nuklir tersebut. "Manusia adalah satu-satunya predator terhadap babi liar tersebut. Maka di saat orang-orang mulai kembali lagi, sangat menarik apa yang akan terjadi nanti pada hewan ini," kata Anderson.



Simak Video "10 Tahun Berlalu Pengungsi Fukushima Enggan Pulang"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)