Heboh Penemuan Tengkorak 'Manusia Naga'

Heboh Penemuan Tengkorak 'Manusia Naga'

Fino Yurio Kristo - detikInet
Minggu, 27 Jun 2021 15:15 WIB
Tengkorak Manusia Naga
Fosll tengkorak Manusia Naga. Foto: BBC
Jakarta -

Para periset di China menemukan tengkorak manusia purba yang menghebohkan kalangan ilmuwan. Pasalnya, tengkorak itu diduga kuat adalah spesies manusia yang benar-benar baru.

Dikutip detikINET dari BBC, Minggu (27/6/2021) tim periset itu mengklaim manusia purba ini adalah keluarga evolusi terdekat kita dibandingkan spesies manusia purba lain, misalnya Neanderthals dan Homo erectus.

Julukannya adalah Dragon Man atau manusia naga. Tengkorak ini diyakini mewakili kelompok manusia purba yang hidup di Asia Timur pada setidaknya 146 ribu tahun silam.

Sebenarnya fosilnya sudah ditemukan lama, yakni pada tahun 1933 di Harbin, China. Namun baru belakangan ini ia diselidiki secara intensif. Salah satu penelitinya adalah Profesor Chris Stringer dari Natural History Museum, Inggris.

"Dalam soal fosil dalam jangka waktu sejuta tahun terakhir, ini adalah salah satu penemuan terpenting," katanya.

"Ini adalah cabang terpisah dari umat manusia yang tidak mengarah menjadi Homo sapiens, spesies kita, namun mewakili garis terpisah yang berkembang di area itu selama ratusan ribu tahun dan akhirnya punah," papar dia.

Tengkorak Manusia NagaRekaan wajah Manusia Naga. Foto: BBC

Penemuan ini dianggap bisa saja membuat sejarah evolusi manusia berdasarkan sains berubah. Analisis menunjukkan spesies ini lebih berhubungan dengan Homo sapiens daripada Neanderthals. Nama ilmiahnya adalah Homo longi dari kata China long yang berarti naga.

"Kita telah menemukan saudara lama. Saya tidak percaya tengkorak ini sangat baik, Anda bisa melihat semua detailnya. Ini adalah penemuan yang mengejutkan," cetus Xijun Ni, profesor di Chinese Academy of Sciences.

Tengkorak Manusia Naga ini besar dibandingkan spesies manusia lain, termasuk Homo Sapiens. Namun otaknya mirip-mirip ukurannya. Rongga matanya pun besar, mulut lebar, dan giginya jumbo. Ilmuwan percaya spesies manusia ini tangguh, namun belum diketahui kebiasaan ataupun budaya hidupnya dulu.

Ilmuwan lain meyakini Manusia Naga bukanlah spesies baru melainkan spesies Denisovan. Hal itu dikatakan oleh Profesor Marta Mirazon Lahr dari University of Cambridge.

"Ada indikasi dari bukti DNA bahwa tulang rahang yang ditemukan di Tibet mungkin adalah manusia purba Denisovans. Dan sekarang karena tulang rahang dari Tibet dan Manusia Naga mirip, mungkin saja ini adalah wajah pertama Denisovans," ujarya.



Simak Video "Studi: Hanya 7% Populasi Dunia yang Punya DNA Unik 'Manusia Modern'"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/agt)