Satelit Kayu Pertama di Dunia Siap Meluncur Tahun Ini

Satelit Kayu Pertama di Dunia Siap Meluncur Tahun Ini

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 16 Jun 2021 13:00 WIB
satelit kayu
Satelit Kayu Pertama di Dunia Bersiap Meluncur Tahun Ini. Foto: Astronautika Arktik
Jakarta -

WISA Woodsat, satelit kayu pertama di dunia, sedang dipersiapkan meluncur tahun ini. Berukuran 10 x 10 x 10 cm dan berat sekitar 1 kilogram, satelit ini menggunakan kayu khusus berlapis untuk panel permukaannya.

Dikutip dari Space.com, WISA Woodsat diluncurkan sebagai bagian dari misi yang dirancang oleh Arctic Astronautics, sebuah perusahaan Finlandia yang memproduksi peralatan cubesat. Tujuan dari misi ini adalah untuk menguji perilaku dan daya tahan panel kayu lapis ini dalam kondisi ruang yang ekstrem dan menilai kesesuaiannya untuk misi masa depan.

Satelit akan dilengkapi dengan dua kamera, salah satunya akan dipasang pada tongkat selfie logam. Kamera selfie ini memungkinkan tim misi mengamati bagaimana permukaan kayu lapis satelit berubah di lingkungan luar angkasa.

"Bahan dasar untuk kayu lapis adalah birch, dan pada dasarnya kami menggunakan material seperti yang ditemukan di toko perangkat atau untuk membuat furnitur," kata Chief Engineer Woodsat Samuli Nymanm.

"Perbedaan utama adalah bahwa kayu lapis biasa terlalu lembab untuk penggunaan ruang, jadi kami menempatkan kayu kami di ruang vakum termal untuk mengeringkannya. Kemudian kami juga melakukan deposisi lapisan atom, menambahkan lapisan aluminium oksida yang sangat tipis," sambungnya.

Jadi bagaimana satelit yang terbuat dari kayu bisa bertahan di luar angkasa? Aluminium oksida, senyawa kimia yang biasanya digunakan untuk merangkum elektronik, akan membantu mencegah kayu melepaskan gas apa pun di lingkungan luar angkasa.

Ini juga akan melindungi permukaan terhadap paparan oksigen atom korosif yang dapat ditemukan di pinggiran atmosfer Bumi. Jenis oksigen ini, tercipta ketika radiasi UV yang kuat dari Matahari membelah molekul oksigen normal. Oksigen atom ini kemungkinan akan menggelapkan panel kayu lapis.

Satelit itu, bagaimanapun, harus bertahan di lingkungan yang ekstrem. Selain pelapisan, para engineer juga akan menguji berbagai pernis pada permukaan kayu.

Selain dua kamera, satelit ini juga akan membawa satu set sensor tekanan yang akan memantau tekanan di rongga onboard terutama pada hari-hari pertama pesawat ruang angkasa di orbit.

WISA Woodsat juga akan menjalankan eksperimen yang akan menguji penggunaan bahan plastik konduktif elektrik cetak 3D baru, yang dapat membuka jalan bagi kemungkinan pencetakan 3D onboard di masa depan dari kabel listrik dan data langsung di luar angkasa.



Simak Video "LAPAN Berharap Ambisi Komersialisasi Antariksa Menular ke Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)