4 Mitos Aneh dan Seram Tentang Gerhana Bulan - Halaman 2

4 Mitos Aneh dan Seram Tentang Gerhana Bulan

Aisyah Kamaliah - detikInet
Rabu, 26 Mei 2021 11:50 WIB
Fenomena gerhana bulan total yang terjadi di dunia memberikan pemandangan yang menakjubkan. Keindahannya pun tampak jelas terlihat hingga negara Jerman.
Gerhana Bulan total akan menghiasi langit pada Rabu, 26 Mei 2021. Ternyata ada banyak mitos terkait fenomena gerhana bulan. Foto: Dok

"Biasanya, orang yang dideklarasikan menjadi raja adalah orang yang 'bisa' dibuang," ujar Krupp.

Meskipun penggantinya tidak benar-benar berkuasa, dia akan diperlakukan dengan baik selama periode gerhana, sementara raja yang sebenarnya menyamar sebagai warga negara biasa. Setelah gerhana berlalu, biasanya raja pengganti ini akan menghilang. Mungkin mati karena keracunan.

3. Menyembuhkan Bulan

Mitos gerhana yang diceritakan oleh Hupa, suku asli Amerika dari California Utara lebih baik dari versi-versi sebelumnya. Hupa percaya Bulan memiliki 20 istri dan banyak hewan peliharaan.

Sebagian besar hewan peliharaan itu adalah singa gunung dan ular, dan ketika Bulan tidak memberi mereka cukup makanan untuk dimakan, mereka menyerang dan membuatnya berdarah. Gerhana akan berakhir ketika istri Bulan datang untuk melindunginya, mengumpulkan darahnya dan memulihkan kesehatannya. Demikian penjelasan dari Krupp.

Bagi suku LuiseƱo di California selatan, gerhana menandakan bahwa Bulan sedang sakit. Merupakan tugas anggota suku untuk menyanyikan nyanyian atau doa agar sehat kembali.

4. Matahari dan Bulan bertengkar hebat

Tidak semua budaya memandang gerhana sebagai hal yang buruk menurut Jarita Holbrook, astronom budaya di University of Western Cape, Bellville, Afrika Selatan, dalam sebuah wawancara tahun lalu.

"Mitos favorit saya berasal dari orang Batammaliba di Togo dan Benin," ungkapnya.

Dalam mitos ini, Matahari dan Bulan bertempur saat gerhana, dan orang-orang mendorong mereka untuk berhenti.

"Mereka melihatnya sebagai waktu untuk bersatu dan menyelesaikan perselisihan dan kemarahan lama. Itu mitos yang bertahan sampai hari ini," pungkas Holbrook.

(ask/ask)