Ada Mafia, Jangan Main-main dengan Karantina!

Ada Mafia, Jangan Main-main dengan Karantina!

Aisyah Kamaliah - detikInet
Selasa, 27 Apr 2021 14:15 WIB
Sebuah hotel di Jakarta disiapkan jadi lokasi karantina terpusat bagi ratusan WNA khususnya WN India yang negatif COVID-19. Area hotel itu tampak dijaga polisi.
Suasana karantina WN India di Jakarta (Foto: ANTARA FOTO/RENO ESNIR)
Jakarta -

Seorang WNI dari India masuk ke Indonesia via Bandara Soekarno-Hatta tanpa karantina dengan cara menyuap oknum petugas. Padahal secara ilmiah, 14 hari karantina ada penjelasannya.

"Itu praktik kesehatan masyarakat yang sudah berlangsung lama, dan disebut 'karantina pelancong'," jelas Lindsay Wiley, profesor di American University's Washington College of Law.

"Empat belas hari bukanlah angka yang dibuat-buat di sini, ini didasarkan pada apa yang kami ketahui sejauh ini tentang COVID-19, dan mungkin saja seiring waktu kami akan melihat angka itu berubah saat kami mempelajari lebih lanjut (tentang virus)," sambungnya sebagaimana dikutip dari NPR, Selasa (27/4/2021).

Centers for Disease Control and Prevention di Amerika Serikat sampai World Health Organization (WHO) sampai sekarang masih menetapkan 14 hari sebagai masa karantina yang ideal. Kenapa tepatnya 14 hari? Jawabannya berkaitan dengan bagaimana virus menyerang sel dan menggandakan diri.

Begitu virus menginfeksi seseorang, inang, perlu beberapa waktu bagi virus untuk membuat salinan dirinya yang cukup sehingga inang mulai melepaskan virus, melalui batuk atau bersin misalnya. Ini adalah masa inkubasi virus.

"Masa inkubasi bervariasi dari virus ke virus dan terkadang dari host ke host," kata Rachel Graham, ahli virologi di University of North Carolina's Gillings School of Global Public Health.

Untuk virus yang menyebabkan COVID-19 alias SARS-CoV-2 para peneliti telah menemukan bahwa masa inkubasi biasanya sekitar lima hari. Sekitar 97% orang yang terinfeksi dan mengembangkan gejala berkisar dalam 11 hingga 12 hari, dan sekitar 99% dalam 14 hari. Jadi karantina 14 hari dianggap sebagai 'batas aman'.

Sebelumnya, diketahui WNI berinisial JD masuk ke Indonesia dari India pada Minggu (25/4) sekitar pukul 18.45 WIB. JD mengaku membayar sejumlah uang berkisar Rp 6,5 juta kepada S yang mengaku sebagai pegawai bandara. India saat ini sedang mengalami kasus lonjakan COVID-19 hingga menyebabkan rekor angka kasus harian mencapai 300 ribu lebih.



Simak Video "Karantina 14 Hari Hanya untuk Pelaku Perjalanan dari Negara Tertentu"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)