Di Planet Venus Hujannya Asam dan Mengandung Logam

Di Planet Venus Hujannya Asam dan Mengandung Logam

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 13 Apr 2021 09:50 WIB
Temuan Indikasi Kehidupan di Venus, Sebuah Kesalahan Pengukuran?
Di Planet Venus Hujannya Asam dan Mengandung Logam. Foto: DW SoftNews
Jakarta -

Venus sering disebut sebagai kembaran Bumi karena ada beberapa kemiripan di antara kedua planet ini. Tapi sebenarnya, cuaca di Venus sangat berbeda dengan di Bumi, termasuk hujannya.

Jika dibandingkan, Venus dan Bumi memang serupa dari segi ukuran, memiliki komposisi yang sama, dan keduanya mengorbit di dalam zona layak huni Matahari.

Di luar itu, ada beberapa perbedaan penting yang menjadikan Venus disebut lubang neraka cair. Sebagian besar hal ini dikarenakan atmosfer Venus yang sangat padat dan sepenuhnya tidak ramah terhadap kehidupan.

Dan karena kerapatan dan komposisinya yang alami, suhu permukaan rata-rata Venus sangat panas. Suhu di Venus rata-rata mencapai 462 derajat Celcius. Dengan suhu setinggi itu, apa pun yang berbentuk cair akan menguap sebelum bisa mencapai permukaan, termasuk hujan asam.

Meski karbon dioksida tidak terlihat, awan di planet ini terdiri dari awan buram mengandung asam sulfat. Karenanya, hujan di Venus pun berwujud hujan asam.

Karena kondisinya yang demikian, kita tidak dapat melihat permukaan planet ini menggunakan metode konvensional. Segala hal yang kita ketahui tentang permukaan Venus dikumpulkan oleh pesawat luar angkasa yang dilengkapi dengan instrumen pencitraan radar, yang dapat mengintip melalui awan tebal dan mengungkap permukaan di bawahnya.

Dikutip dari Phys.org, dari sekian banyak flybys dan probe atmosfer yang dikirim ke awan tebal, para ilmuwan telah mengetahui bahwa atmosfer Venus sangat padat.

Faktanya, massa atmosfer Venus adalah 93 kali massa Bumi, dan tekanan udara di permukaannya diperkirakan mencapai 92 bar, yaitu 92 kali lipat Bumi di permukaan laut. Jika manusia bisa berdiri di permukaan Venus, mereka akan dihancurkan oleh atmosfernya.

Komposisi atmosfer Venus sangat beracun, terutama terdiri dari karbon dioksida (96,5%) dengan sejumlah kecil nitrogen (3,5%) dan jejak gas lain, terutama sulfur dioksida. Dikombinasikan dengan kepadatannya, komposisi tersebut menghasilkan efek rumah kaca terkuat dari planet mana pun di Tata Surya.

Singkatnya, jika ingin menggambarkan Venus, deskripsinya adalah planet ini sangat panas, tekanan udara sangat tinggi, angin bertiup sangat kencang, dan turun hujan mengandung asam sulfat dan logam serta badai petir yang disebabkan letusan gunung berapi. Mengerikan!



Simak Video "Ada Tanda-tanda Kehidupan, Planet Venus Langsung Jadi Prioritas NASA"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)