7 Fakta Unik Saturnus, Malam Ini Fenomena Langka Konjungsi Tripel

7 Fakta Unik Saturnus, Malam Ini Fenomena Langka Konjungsi Tripel

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 07 Apr 2021 17:05 WIB
This NASA handout image obtained October 19, 2009 shows Saturn during an equinox captured by the robot explorer Cassini. The images comprising the mosaic, taken over about eight hours, were extensively processed before being joined together. With no enhancement, the rings would be essentially invisible in this mosaic. To improve their visibility, the dark right half of the rings has been brightened relative to the brighter left half by a factor of three, and then the whole ring system has been brightened by a factor of 20 relative to the planet. So the dark half of the rings is 60 times brighter, and the bright half 20 times brighter, than they would have appeared if the entire system, planet included, could have been captured in a single image.The images were taken on August 12, 2009, beginning about 1.25 days after exact equinox, using the red, green and blue spectral filters of the wide angle camera and were combined to create this natural color view. The images were obtained at a distance of approximately 526,000 miles from Saturn and at a Sun-Saturn-spacecraft, or phase, angle of 74 degrees. Image scale is 31 miles per pixel. AFP PHOTO/NASA/JPL/SPACE/RESTRICTED TO EDITORIAL USE (Photo by HO / NASA / AFP)
7 Fakta Unik Saturnus yang Malam Ini Dekat dengan Bulan dan Jupiter. Foto: NASA/AFP
Jakarta -

Selama tiga hari berturut-turut, pada 6-8 April, langit Indonesia dihiasi penampakan Saturnus yang berdekatan dengan Bulan dan Jupiter.

Fenomena ini disebut tripel konjungsi Bulan, Jupiter, dan Saturnus. Berdasarkan keterangan resmi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), kalian bisa mengamati fenomena ini dari arah Timur-Tenggara dekat konstelasi Capricornus.

Adapun waktunya adalah pada subuh hari, sekitar pukul 03.00 WIB sampai fajar bahari berakhir atau 42 menit sebelum matahari terbit.

Magnitudo Jupiter sedikit bervariasi antara -2,08 hingga -2,09. Sedangkan magnitudo Saturnus konstan di angka +0,75. Sementara itu, Bulan akan berfase sabit akhir ketika konjungsi tripel dengan iluminasi bervariasi antara 34,4% sampai 15,8%.

Berikut ini 7 fakta unik Saturnus, dirangkum detikINET dari berbagai sumber:

  1. Butuh kurang lebih sembilan Bumi yang berjajar untuk bisa menyamai diameter Saturnus, itu pun belum termasuk cincinnya
  2. Saturnus butuh waktu 10,7 jam (walau tidak diketahui secara pasti) untuk menyelesaikan putaran di porosnya dan 29 tahun untuk mengorbit Matahari
  3. Saturnus terbuat dari gas dan tidak memiliki permukaan seperti di Bumi
  4. Komponen di atmosfer Saturnus didominasi oleh Hidrogen dan Helium
  5. Terdapat 53 bulan yang diketahui mengorbit Saturnus. Selain itu, ada 9 satelit alami lagi yang masih menunggu kepastian, sehingga totalnya bisa menjadi 62
  6. Cincin Saturnus terdiri dari berbagai material dan bermacam ukuran, dengan total ada 7 bagian utama di dalamnya. Cincin ini menghujani Saturnus dengan berbagai material dengan intensitas tinggi, diperkirakan hingga 45.000 kg per detik. Cincin Saturnus juga bisa 'hilang' dari penglihatan jika berada sangat sejajar dengan Bumi
  7. Tidak seperti di planet-planet lainnya, Saturnus termasuk planet yang cukup membingungkan karena penghitungan waktu dan hari di planet tersebut masih belum bisa diprediksi.


Simak Video "Mengungkap Fakta Saturnus yang Malam Ini Ada di Balik Bulan"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)