4 Eksperimen Paling Biadab yang Pernah Ada

4 Eksperimen Paling Biadab yang Pernah Ada

Aisyah Kamaliah - detikInet
Senin, 29 Mar 2021 05:42 WIB
Pada tahun 1932, U.S Public Health Service mulai bekerja dengan Tuskegee Institute untuk melacak perkembangan alami sifilis yang tidak diobati. Studi ini mengamati sifilis yang tidak diobati pada 399 pria Negro pasien sifilis. Kebanyakan dari mereka adalah petani penggarap yang miskin, berkulit hitam, dan buta huruf. Bahkan setelah penisilin muncul sebagai pengobatan yang efektif pada tahun 1947, pasien ini, yang tidak diberi tahu bahwa mereka menderita sifilis, tetapi diberi tahu bahwa mereka menderita bad blood.

Mereka tidak diberi pengobatan atau diberi pengobatan berupa plasebo palsu. Pada akhir penelitian, pada tahun 1972, hanya 74 subjek yang masih hidup. 28 pasien meninggal langsung akibat sifilis, 100 meninggal akibat komplikasi terkait sifilis, 40 istri pasien terinfeksi sifilis, dan 19 anak lahir dengan sifilis kongenital.

Pada tahun 1997, Presiden Bill Clinton secara resmi meminta maaf kepada mereka yang terdampak oleh eksperimen yang sering disebut sebagai eksperimen biomedis paling terkenal dalam sejarah AS.
Eksperimen Tuskegee yang disebut sebagai salah satu eksperimen paling kelam. Foto: Wikimedia
Jakarta -

Eksperimen sah-sah saja dilakukan untuk memajukan ilmu pengetahuan. Namun kalau sudah membahayakan orang lain seperti empat eksperimen ini sih kelewatan!

Dirangkum dari Best Psychology Degrees, berikut ini adalah empat eksperimen yang disebut-sebut sebagai segelintir dari eksperimen biadab yang pernah ada di muka Bumi.

1. The Tuskegee experiments

Pada tahun 1932, US Public Health Service mulai bekerja dengan Tuskegee Institute untuk melacak perkembangan alami sifilis yang tidak diobati. Studi ini mengamati sifilis yang tidak diobati pada 399 pria Negro pasien sifilis. Kebanyakan dari mereka adalah petani penggarap yang miskin, berkulit hitam, dan buta huruf. Bahkan setelah penisilin muncul sebagai pengobatan yang efektif pada tahun 1947, pasien ini, yang tidak diberi tahu bahwa mereka menderita sifilis, tetapi diberi tahu bahwa mereka menderita 'bad blood'.

Mereka tidak diberi pengobatan atau diberi pengobatan berupa plasebo palsu. Pada akhir penelitian, pada tahun 1972, hanya 74 subjek yang masih hidup. Sebanyak 28 pasien meninggal langsung akibat sifilis, 100 meninggal akibat komplikasi terkait sifilis, 40 istri pasien terinfeksi sifilis, dan 19 anak lahir dengan sifilis kongenital.

Pada tahun 1997, Presiden Bill Clinton secara resmi meminta maaf kepada mereka yang terdampak oleh eksperimen yang sering disebut sebagai eksperimen biomedis paling terkenal dalam sejarah AS.

2. The monster study

Pada tahun 1939, Wendell Johnson, ahli patologi wicara University of Iowa, dan mahasiswa pascasarjana Mary Tudor, melakukan eksperimen gagap pada 22 anak yatim piatu yang tidak gagap. Anak-anak itu dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok diberi terapi wicara positif, memuji mereka karena kelancaran bicara mereka. Kelompok lain yang malang diberi terapi negatif, dengan kasar mengkritik mereka karena kekurangan dalam kemampuan bicara mereka, dan menyebut mereka gagap.

Hasil dari eksperimen kejam ini menunjukkan anak-anak dalam kelompok yang diberi terapi negatif, meskipun tidak berubah menjadi gagap, menderita efek psikologis negatif dan beberapa menderita masalah bicara selama sisa hidup mereka. Anak-anak yang selesai menjalani studi ini menjadi gelisah dan pendiam. Beberapa di antara mereka setelah dewasa akhirnya menggugat University of Iowa, yang menyelesaikan kasus ini pada 2007.

3. Kisah kelam David Peter Reimer

Pada tahun 1965, seorang pria Kanada bernama David Peter Reimer lahir secara biologis sebagai laki-laki. Tetapi pada usia tujuh bulan, penisnya secara tidak sengaja dihancurkan selama penyunatan yang tidak biasa dengan cara kauterisasi.

John Money, seorang psikolog dan pendukung gagasan bahwa gender dipelajari, meyakinkan Reimers bahwa putra mereka akan lebih mungkin mencapai pematangan seksual fungsional yang sukses sebagai seorang gadis. Meskipun Money terus melaporkan hanya kesuksesan selama bertahun-tahun, David sendiri bersikeras bahwa dia tidak pernah diidentifikasi sebagai wanita. Dia menghabiskan masa kecilnya diejek, dikucilkan, dan sangat tertekan. Pada usia 38, David bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri di kepala.

4. Bahan radioaktif pada wanita hamil

Tak lama setelah Perang Dunia II, banyak peneliti medis disibukkan dengan gagasan radioaktivitas dan perang kimia. Dalam sebuah percobaan di Vanderbilt University, 829 wanita hamil diberi 'minuman vitamin' yang dikatakan akan meningkatkan kesehatan bayi mereka yang belum lahir.

Padahal sebaliknya, minuman tersebut mengandung zat besi radioaktif dan para peneliti sedang mempelajari seberapa cepat radioisotop melintasi plasenta. Sedikitnya tujuh bayi kemudian meninggal karena kanker dan leukemia, dan para perempuan malang itu mengalami ruam, memar, anemia, rambut dan gigi rontok, hingga kanker.



Simak Video "Penelitian Vaksin Nusantara Ditunda Sementara"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/rns)