Vaksin Corona di Masa Depan Cukup Ditempelkan di Kulit

Masa Depan Vaksin Corona

Vaksin Corona di Masa Depan Cukup Ditempelkan di Kulit

Panji Saputro - detikInet
Minggu, 28 Mar 2021 21:12 WIB
Scientists are done research on vaccine in laboratory with test tubes on Covid19 Coronavirus type for discover vaccine.
Kedepannya, Vaksin Cukup Ditempelkan di Kulit (Foto: Getty Images/iStockphoto/chayakorn lotongkum)
Jakarta -

Di masa depan, vaksin Corona akan seperti koyo, cukup ditempelkan ke kulit dan diserap ke dalam tubuh. Diharapkan masyarakat nantinya dapat mengelola vaksin sendiri.

Saat ini, para ilmuwan sedang mengembangkan vaksin COVID-19 jenis baru yang tidak biasa, yang bentuknya adalah plester. Cara kerjanya, cukup menempelkan vaksin ke kulit layaknya plester kecil untuk menutup luka.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Nature Communications pada bulan Januari, seorang profesor di Universitas Tohoku, Matsuhiko Nishizawa bersama tim penelitinya mengembangkan 'Biobattery Powered Microneedle Patch', yang memungkinkan vaksin diserap lebih cepat menggunakan konsep plester pada kulit.

"Ke depannya, kami ingin masyarakat mengelola sendiri vaksin virus corona dan jenis vaksin lainnya. Saya akan melakukan yang terbaik, agar teknologi ini digunakan untuk vaksinasi COVID-19," kata Nishizawa, dikutip detikINET dari Japan Times, Minggu (28/3/2021).

Tim Nishizawa telah berupaya meningkatkan aspek-aspek tersebut dengan menggunakan listrik bertenaga rendah. Hal ini memungkinkan serangkaian jarum mikro berpori memberikan lebih banyak obat nantinya ke dalam kulit dan menyerap lebih cepat. Jarum mikro berpori saat ini sudah digunakan secara komersil untuk penyakit migrain.

Listrik yang digunakan ditenagai oleh sel biofuel, sebuah teknologi yang dikembangkan sekelompok penelitian dan menghasilkan listrik di permukaan kulit menggunakan enzim. Meski butuh waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan persetujuan pemerintah terkait penerapan teknologi ini pada vaksin, Nishizawa berharap teknologi itu akan digunakan untuk vaksin COVID-19 di masa depan.

Vaksin Corona model plester juga dikembangkan Dr Lbachir BenMohamed, yang memimpin penelitian di Fakultas Kedokteran University of California Irvine, Amerika Serikat. Dia mengatakan pihaknya berinovasi mengubah vaksin virus Corona dari suntikan ke bentuk plester. Ini akan membuat distribusi lebih mudah.

"Pemberian vaksin enam kali lebih mahal dari vaksin itu sendiri. Jika kita menemukan sesuatu yang bisa Anda masukkan ke dalam amplop dan mengirimkannya ke daerah terpencil, saya pikir itu akan mengubah proses vaksinasi COVID-19 ke masyarakat jadi lebih mudah," kata BenMohamed dilansir dari LAist.com.

Vaksin jenis plester pada kulit juga akan menghilangkan kebutuhan penyimpanan di kompartemen dingin yang saat ini diperlukan untuk beberapa vaksin. Laboratorium BenMohamed sendiri mulai menguji vaksin plester pada tikus akhir pekan lalu. Jika uji coba berhasil, vaksin jenis baru ini akan diserahkan ke Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat untuk pengujian lebih lanjut hingga mendapatkan persetujuan.



Simak Video "Apakah Tubuh Jadi Kebal COVID-19 Setelah Divaksin? "
[Gambas:Video 20detik]
(hps/rns)