Serba-serbi Satelit Internet Elon Musk yang Ingin Kuasai Bumi - Halaman 2

Serba-serbi Satelit Internet Elon Musk yang Ingin Kuasai Bumi

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 20 Mar 2021 22:05 WIB
Roket Falcon 9 SpaceX membawa satelit internet Starlink
Serba-serbi Satelit Internet Elon Musk yang Ingin Kuasai Bumi. Foto: Space.com

Apa bedanya dengan WiFi?

Internet satelit berupa koneksi, sedangkan WiFi adalah jaringan nirkabel. Pengguna dapat mengatur jaringan WiFi di rumah dengan koneksi internet satelit, yang memungkinkan untuk berinternet di laptop, ponsel, tablet, atau perangkat lain yang terhubung ke internet.

Elon Musk pemilik satelit terbanyak

Saat ini, Elon Musk menjadi pemilik satelit terbanyak di antariksa. Sekitar 1.000 satelit Starlink telah digunakan untuk akses internet, dan SpaceX berencana mengembangkan Starlink untuk meluncurkan lebih dari 40 ribu satelit ke orbit rendah Bumi.

Indonesia juga siapkan internet satelit

Selain Elon Musk, Jeff Bezos juga punya proyek serupa. Melalui perusahaan teknologi luar angkasanya, Blue Origin, orang terkaya dunia ini mengerjakan konstelasi satelit broadband dalam proyek Kuiper.

Selain itu, pemerintah Inggris juga mendukung penyedia broadband satelit OneWeb, dan Uni Eropa telah mengumumkan rencananya untuk membuat konstelasi satelit internet sendiri.

Sejumlah negara lain juga menyiapkan satelit internet mereka sendiri. China melalui proyek StarNet berencana meluncurkan 10 ribu satelit dalam 5 hingga 10 tahun mendatang.

Indonesia pun sedang menyiapkan proyek satelit Satria-1. Pada Februari 2021, proyek ini memasuki tahap pemenuhan pembiayaan (financial closing) proyek.

Satelit Satria-1 akan dimanfaatkan pemerintah untuk penyediaan akses internet bagi 150.000 titik layanan publik yang belum tersedia akses internet dari total 501.112 titik layanan publik di Indonesia. Fasilitas internet pada 150.000 titik layanan publik tersebut terdiri dari 3.700 fasilitas kesehatan, 93.900 sekolah/pesantren, 47.900 kantor desa/kelurahan, dan 4.500 titik layanan publik lainnya.

Dengan total kapasitas transmisi sebesar 150 Gbps, setiap titik dipancari yang satelit internet pemerintah ini menjanjikan area tersebut akan mendapatkan kapasitas dengan kecepatan sebesar 1 Mbps.

(rns/rns)