Ditemukan Spesies Kunang-kunang Langka Usai 100 Tahun Hilang

Ditemukan Spesies Kunang-kunang Langka Usai 100 Tahun Hilang

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 10 Mar 2021 06:19 WIB
Kunang-kunang di AS
Ilustrasi kunang-kunang. Foto: (Thinkstock)
Jakarta -

Kunang-kunang mungkin hewan yang mudah ditemukan, tapi tidak untuk satu ini. Spesies kunang-kunang langka ditemukan kembali setelah 100 tahun menghilang.

Kunang-kunang yang dimaksud memiliki nama ilmiah Luciola Singapura. Sesuai dengan namanya, hewan berjenis serangga tersebut ditemukan di rawa Nee Soon, Singapura. Terakhir kali terdeteksi, kunang-kunang ini sejak 1909, yang mana lebih dari 112 tahun.

Seperti dikutip dari Mashable, Rabu (10/3/2021) kunang-kunang langka tersebut ditemukan oleh tim peneliti dari National University of Singapore (NUS) dan National Parks Board (NParks). Adapun, penelitian ini telah diterbitkan ke dalam sebuah makalah.




Pada tahun 2009, survei nasional populasi kunang-kunang di Singapura telah mendokumentasikan 11 spesies berbeda, termasuk satu spesies yang tidak teridentifikasi yang tidak sesuai dengan deskripsi kunang-kunang yang diketahui pada saat itu.

Saat peneliti memeriksa spesimen spesies tak dikenal di Lee Kong Chian Natural History Museum (LKCNHM), mereka melihat secara morfologis serupa (hampir identik dalam struktur biologis) dengan spesimen tak dikenal yang dikumpulkan di area yang sama antara tahun 1989 hingga 1990.

Kemudian, antara tahun 2018 dan 2019, tim kembali ke rawa Nee Soon untuk melakukan lebih banyak survei. Berikutnya, dilakukan pemeriksaan morfologi dan analisis filogenetik, untuk menentukan bahwa hewan ini punya spesimen berbeda dari yang lain.

Dengan kata lain, para peneliti telah menemukan spesies kunang-kunang yang sama sekali baru. Akhirnya, Luciola singapura jadi nama ilmiah spesies tersebut.

Dibandingkan dengan spesies yang lain, Luciola Singapura rata-rata panjangnya tidak lebih dari 5mm. Kendati begitu, seperti kunang-kunang pada umumnya, hewan ini tinggal di daerah rawa dengan vegetasi yang lebat, daun yang lembab, dan kontur tanah dengan yang kelembabannya tinggi.

Peneliti menyebutkan dari pukul 8 sampai 10 malam, kunang-kunang Luciola Singapura ini teramati terbang rendah sambil memancarkan cahaya kedip-kedipnya di antara semak-semak di tepi hutan.

Bagi Singapura, penemuan ini sangatlah penting. Adanya Luciola Singapura menggambarkan kemajuan dalam teknik ilmiah sebagai spesies baru setelah lama menghilang.

Lebih khusus lagi, ini termasuk pencapaian maju dalam memeriksa DNA modern, seperti gonome skimming yang memungkinkan para peneliti untuk memeriksa struktur biologis internal kunang-kunang



Simak Video "Polisi Tangkap Pedagang Satwa Langka di Media Sosial"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/afr)