Akhir Dunia Menurut Sains: Matahari Tamat dan Oksigen Lenyap - Halaman 2

Akhir Dunia Menurut Sains: Matahari Tamat dan Oksigen Lenyap

Tim - detikInet
Minggu, 07 Mar 2021 05:40 WIB
foto matahari detail
Foto Matahari. Foto: Paul Andrew via Daily Mail

Saat mengembang, sang Raksasa Merah akan menelan dan menghancurkan Bumi sebelum runtuh menjadi inti kecil yang disebut white dwarf.

"Ketika Matahari mencapai fase Raksasa Merah-nya, ia akan mengembang secara kasar ke orbit Bumi. Merkurius, Venus dan Bumi akan ditelan Matahari. Tetapi Mars, sabuk asteroid, Jupiter dan planet sisanya di Tata Surya akan mengembang pada orbitnya, karena Matahari kehilangan massa dan memiliki lebih sedikit tarikan gravitasi pada planet-planet itu," terang Dr Christopher Manser dari University of Warwick dalam risetnya beberapa waktu lampau.

"Pada akhirnya, Matahari akan menjadi white dwarf dan masih memiliki Mars, sabuk asteroid, dan Jupiter yang mengorbit di sekelilingnya. Saat planet-planet mengorbit, mereka kadang-kadang dapat tersebar dan terlempar ke white dwarf," sambungnya.

Tetapi radiasi yang dipancarkan oleh Matahari, setelah menjadi white dwarf, akan cukup kuat untuk menguapkan atmosfer Jupiter, Saturnus dan Uranus di mana mereka mengorbit sekarang. Dan ini hanya akan meninggalkan inti mereka yang berbatu.

Bintang-bintang yang lain akan mengalami nasib yang kurang lebih sama. Dalam penelitian tahun 2020 yang dipublikasikan di jurnal Monthly Notices oleh Royal Astronomical Society, alam semesta diprediksi akan berakhir pada beberapa triliun tahun lagi.

Bintang terus meledak dengan prosesnya pelan-pelan, tidak seketika seperti dentuman besar. Pada saat itu, alam semesta bisa dikatakan sudah mati dan seluruh bintang pun menunggu giliran tamat riwayatnya.

(fyk/fyk)