Bill Gates Ungkap Bahaya Besar di Balik Semen

Bill Gates Ungkap Bahaya Besar di Balik Semen

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 02 Mar 2021 22:11 WIB
NEW YORK, NY - SEPTEMBER 27:  Bill Gates attends the Plenary Session: Investing in Prevention and Resilient Health Systems during the second day of the 2015 Clinton Global Initiatives Annual Meeting at the Sheraton New York Hotel & Towers on September 27, 2015 in New York City.  (Photo by JP Yim/Getty Images)
Bill Gates. Foto: Getty Images
Jakarta -

Semen adalah bahan bangunan yang penting. Namun menurut Bill Gates, proses pembuatan semen menimbulkan bahaya bagi lingkungan dan berkontribusi pada perubahan iklim sehingga sang pendiri Microsoft ingin ada inovasi baru dalam produksi semen.

Proses pembuatan semen menghasilkan karbondioksida dan belum ada terobosan yang benar-benar manjur untuk menyingkirkannya.

"Tidak ada yang tahu bagaimana cara membuat semen tanpa melalui proses ini. Ini adalah relasi satu dengan satu, buat 1 ton semen dan kalian juga mendapat 1 ton karbondioksida," tulis Gates dalam kolomnya di Guardian yang dikutip detikINET, Selasa (2/3/2021).

Hal itu menggelisahkannya karena produksi semen tak bisa dihentikan mengingat kegunaannya. "Tiap tahun, Amerika sendiri memproduksi lebih dari 96 juta ton semen, salah satu bahan utama beton, dan kita bahkan bukan konsumen terbesar, ia adalah China," paparnya.

Bill Gates pun berusaha mendukung pihak-pihak yang bisa menurunkan emisi semen. Misalnya perusahaan bernama Carbon Cure, mereka mendaur ulang karbondioksida yang dihasilkan untuk diinjeksi lagi ke semen sebelum dipakai di lokasi konstruksi. Namun penurunan emisi masih hanya 10%.

"Saya menaruh lebih dari USD 1 miliar untuk pendekatan yang saya harap akan membantu dnia mencapai emisi nol, termasuk energi murah dan andal serta semen, baja, dan daging emisi rendah," tambahnya.

Menyelesaikan perubahan iklim bukan hanya membuat kendaraan ramah lingkungan karena hanya sebagian kecil dari masalah. Perusahaan mobil listrik Tesla yang dikendalikan Elon Musk misalnya, jelas berkontribusi karena ramah lingkungan. Namun hal itu belum cukup.

"Pada dasarnya kita belum banyak pada hal-hal seperti baja, semen, daging. Listrik, kendaraan penumpang, adalah sepertiga dari masalah. Jadi kita harus mengerjakan lagi dua pertiganya," papar Bill Gates.

Sebelumnya, Bill Gates juga menyarankan orang beralih makan daging sintetis sebagai pengganti daging sapi. Itu karena emisi gas metana yang dikeluarkan sapi berkontribusi besar terhadap gas rumah kaca.



Simak Video "Soroti Dampak Iklim, Jokowi Serukan Langkah Luar Biasa"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)