Mantap! Vaksin Ini Teruji 94% Efektif untuk COVID-19

Mantap! Vaksin Ini Teruji 94% Efektif untuk COVID-19

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 26 Feb 2021 10:34 WIB
A health care professional prepares a Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Sheba Tel Hashomer Hospital in Ramat Gan, Israel, Tuesday, Jan. 12, 2021. Israel has struck a deal with Pfizer, promising to share vast troves of medical data with the drugmaker in exchange for the continued flow of its COVID-19 vaccine. Critics say the deal is raising major ethical concerns, including possible privacy violations and a deepening of the global divide between wealthy countries and poorer populations, including Palestinians in the occupied West Bank and Gaza, who face long waits to be inoculated. (AP Photo/Oded Balilty)
ilustrasi vaksin Pfizer. Foto: AP/Oded Balilty
Jakarta -

Vaksin corona menjadi barang yang dicari-cari di tengah pandemi COVID-19. Nah, ada kabar baik sebab sebuah vaksin telah teruji memiliki efektivitas hingga 94% berdasarkan hasil studi dari 1,2 juta orang.

Vaksin ini adalah vaksin Pfizer yang diujikan kepada orang-orang Israel. Uji ini sudah di-review dan menunjukkan bahwa imunisasi dengan vaksin ini bisa memberikan dampak baik untuk mencapai akhir pandemi. Temuan ini dipublikasi di New England Journal of Medicine.

"Fakta bahwa vaksin-vaksin ini bekerja dengan baik di dunia menunjukkan bahwa bila bangsa-bangsa di dunia punya bertekad, kita kini punya cara mengakhiri COVID-19 selamanya," kata Ben Neuman, ahli virologi dari Texas A&M University yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Kembali pada studi sebelumnya, penelitian itu dilakukan antara 20 Desember 2020 sampai 1 Februari 2021, periode ketika varian yang lebih baru yang pertama kali diidentifikasi di Inggris merajalela di Israel. Dengan hal yang terjadi selama waktu tersebut, ini semakin menguatkan fakta bahwa kinerja vaksin sangat mengesankan.

Penulis utama Noam Barda, kepala epidemiologi dan penelitian di Clalit Research Institute, mengatakan kepada AFP bahwa proses pencocokan sangat kuat. Seorang pria Yahudi Ultra-Ortodoks lanjut usia dari lingkungan tertentu dengan kumpulan penyakit penyerta dan riwayat vaksinasi flu tertentu akan dicocokkan dengan orang lain yang sesuai dengan profil yang tepat, misalnya.

Para peneliti kemudian mencatat hasil penelitian dan menemukan hasil kemanjuran melawan infeksi gejala adalah 57% antara 14-20 hari setelah dosis pertama. Kemudian angka ini meningkat menjadi 94% tujuh hari setelah dosis kedua.

Orang yang menerima dosis kedua juga sangat terlindungi dari rawat inap dan kematian, meskipun angka tepatnya di sini kurang signifikan dan memiliki rentang statistik yang lebih luas karena jumlah kasus yang relatif lebih rendah.

Studi ini juga menemukan orang yang menerima dosis kedua memiliki kemungkinan 92% lebih rendah untuk mendapatkan segala bentuk infeksi dibandingkan dengan mereka yang tidak divaksinasi.

Meskipun temuan ini dianggap menggembirakan, para peneliti dan pakar dari luar mengatakan perlu lebih banyak bukti yang dapat dikonfirmasi. Itu karena para peserta tidak diuji secara sistematis secara berkala. Penulis berusaha untuk mengoreksi hal ini dengan metode statistik tetapi hasilnya masih belum sempurna.

"Kecuali jika Anda menguji setiap orang sepanjang waktu, ini bisa melewatkan beberapa infeksi," kata Natalie Dean, seorang ahli biostatistik di University of Florida.

Dia menambahkan meski dia yakin ada manfaat perlindungan yang kuat, tetapi untuk menetapkan angka persentase secara lebih tepat akan membutuhkan desain studi khusus dengan pengujian yang sering. Demikian melansir Science Alert.



Simak Video "WHO Minta Kerja Sama China untuk Studi Tahap Kedua"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/afr)