Momen Derek Angkasa Robot NASA 'Bunuh Diri' di Mars

Momen Derek Angkasa Robot NASA 'Bunuh Diri' di Mars

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 25 Feb 2021 09:32 WIB
Rover Perseverance
Ilustrasi derek angkasa menurunkan Perseverance di Mars. Foto: NASA
Jakarta -

Salah satu teknologi tercanggih milik NASA dalam mendaratkan rover Perseverance adalah sky crane atau derek angkasa. Akan tetapi wahana yang bertugas menurunkan Perseverance dengan aman di permukaan Planet Mars itu harus mengorbankan diri.

Setelah parasut terlepas, sky crane yang bertenaga roket menurunkan Perseverance dengan kabel secara perlahan-lahan, hingga selamat sampai di tanah Mars. Teknologi serupa sudah dipakai kala pendaratan rover Curiosity di tahun 2012.

"Sistem ini adalah yang paling kompleks dan paling mahal, tapi juga paling canggih. Teknologi derek angkasa semacam itu bisa mendaratkan rover besar dan berat ke permukaan Mars dengan presisi tinggi," cetus Pang Zhihao, mantan periset di China Academy of Space Technology.

Setelah sukses menurunkan Perseverance dengan aman, tugas derek angkasa ini telah selesai. NASA merancangnya untuk langsung terbang menjauh dan menghancurkan diri dengan menabrak permukaan Mars.

PerseveranceMomen derek angkasa hancur di Mars. Foto: NASA

Seperti dikutip detikINET dari Space.com, Kamis (25/2/2021), kamera Perseverance pun merekam asap tebal yang muncul dari hasil tumbukan itu. Di akun Twitter Perseverance, ditulis bagaimana rover ini seolah menceritakan apa yang ia lihat.

"Dalam dua menit setelah mengantarkan aku dengan selamat ke permukaan Mars, aku melihat gumpalan asap di salah satu kameraku yang berasal dari tabrakan sky crane yang disengaja. Aksi yang melindungiku dan integritas ilmiah dari tempat pendaratanku," tulis akun Twitter tersebut.

PerseveranceLokasi derek angkasa menabrakkan diri. Foto: NASA

Sudah banyak data foto dan video didapatkan Perseverance."Kami telah mengumpulkan lebih dari 30 gigabytes informasi dan lebih dari 23 ribu gambar dari perangkat itu kala mendarat ke permukaan Mars," cetus Dave Gruel yang menangani sistem kamera Perseverance.

Perseverance dalam misi setidaknya 2 tahun lamanya, akan mengumpulkan data dan mencari tanda-tanda kehidupan kuno di kawah Jezero Crater yang dulu merupakan sebuah danau di Mars pada 3,9 miliar tahun silam.



Simak Video "Robot Canggih NASA Rekam Suara dari Planet Mars"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/rns)