NASA Uji Coba Roket Raksasa Pembawa Astronaut ke Bulan

NASA Uji Coba Roket Raksasa Pembawa Astronaut ke Bulan

Virgina Maulita Putri - detikInet
Senin, 18 Jan 2021 09:03 WIB
NAS uji coba roket SLS
NASA Uji Coba Roket Raksasa Pembawa Astronaut ke Bulan Foto: NASA/ Robert Markowitz
Jakarta -

NASA menguji coba roket raksasa buatan Boeing yang akan digunakan untuk membawa astronaut kembali ke Bulan. Tapi uji coba ini harus dihentikan lebih cepat dari rencana semula.

Roket bernama Space Launch System (SLS) tersebut diuji coba di Stennis Space Center, di Mississippi, Amerika Serikat pada Sabtu (16/1) pukul 16.27 waktu setempat.

Keempat mesin RS-25 yang menjadi inti SLS hanya menyala sekitar satu menit dalam kondisi berdiri di landasan pacu. Padahal tim NASA berencana menyalakan mesin hingga delapan menit, atau seperti durasi yang yang dibutuhkan untuk meluncurkan misi ke Bulan.

Hanya sekitar satu menit setelah mesin dinyalakan, ada suara di siaran langsung NASA yang mengatakan ada 'MCF' atau kegagalan komponen besar di mesin 4. Di waktu yang sama, teknisi melihat ada percikan di dekat mesin empat, kata Program Manager SLS John Honeycutt dalam konferensi pers setelah uji coba berakhir.

Dalam blog yang diterbitkan setelah uji coba, NASA mengatakan uji coba ini dihentikan secara otomatis oleh software.

"Di titik ini, semua uji coba telah otomatis sepenuhnya. Selama mesin diaktifkan, software onboard bertindak dengan tepat dan mulai mematikan mesin dengan aman," kata NASA seperti dikutip dari The Verge, Senin (18/1/2021).

Tim teknisi NASA dan Boeing berencana melakukan uji coba setidaknya selama 250 detik agar bisa mendapatkan semua data penting yang dibutuhkan untuk evaluasi.

Walau tes ini harus berakhir lebih cepat, NASA tetap berhasil mengumpulkan data penting yang akan menentukan langkah mereka ke depannya. Data-data ini dikumpulkan oleh 1.400 sensor yang memonitor getaran, temperatur, akustik dan tekanan di inti selama uji coba.

"Tidak semua berjalan sesuai naskah hari ini, tapi kami mendapatkan banyak data yang hebat," kata Administrator NASA Jim Bridenstine dalam konferensi pers setelah uji coba.

"Saya memiliki kepercayaan penuh pada tim untuk mencari tahu apa anomalinya, cara memperbaikinya, dan memulainya lagi," sambungnya.

SLS adalah roket raksasa setinggi 65 meter yang dikembangkan untuk perjalanan jauh ke luar angkasa. Roket ini digunakan oleh misi Artemis menuju Bulan dan direncanakan debut dalam misi tanpa awak pada November 2021.

Uji coba kali ini adalah langkah terakhir kampanye uji coba 'Green Run' yang dilakukan NASA untuk menentukan kelayakan dan keamanan roket saat debut peluncurannya.

Untuk sampai ke tahap ini, NASA melewati proses yang berliku-liku. Roket SLS telah dikembangkan selama beberapa tahun dan awalnya dijadwalkan untuk melakukan debutnya pada tahun 2017.

Tapi pengembangannya terus molor hingga tiga tahun dan biaya pengembangannya hampir USD 3 miliar melebihi anggaran. Belum diketahui apakah NASA dan Boeing harus mengulangi uji coba ini, dan jika harus menjalani uji coba ulang, waktu debut roket SLS mungkin akan diundur hingga tahun 2022.



Simak Video "18 Astronaut NASA Bersiap Jalankan Misi Artemis ke Bulan"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/afr)