Bumi Berputar Lebih Cepat dari 50 Tahun Terakhir, Terasa Nggak?

Bumi Berputar Lebih Cepat dari 50 Tahun Terakhir, Terasa Nggak?

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 08 Jan 2021 13:11 WIB
IN SPACE - In this handout provided by the National Aeronautics and Space Administration, Earth as seen from a distance of one million miles by a NASA scientific camera aboard the Deep Space Climate Observatory spacecraft on July 6, 2015. (Photo by NASA via Getty Images)
Bumi berputar lebih cepat tahun lalu selama 50 tahun terakhir. Foto: NASA via Getty Images
Jakarta -

28 hari tercepat dalam catatan (sejak 1960) semuanya terjadi pada tahun 2020. Ini membuat Bumi menyelesaikan revolusinya di porosnya sekitar beberapa milidetik lebih cepat dari rata-rata.

Tapi ini sebenarnya tidak terlalu perlu dikhawatirkan. Sebab, melansir Live Science, Jumat (8/1/2021) rotasi planet sedikit berbeda sepanjang waktu didorong oleh variasi tekanan atmosfer, angin, arus laut, dan pergerakan inti.

Hanya saja, bagi mereka yang mencatat waktu internasional menggunakan jam atom ultra-akurat untuk mengukur Coordinated Universal Time (UTC) sebagai patokan waktu dunia, ini jadi lumayan ribet ya. Jika waktu astronomis, yang ditetapkan oleh waktu yang dibutuhkan Bumi untuk melakukan satu putaran penuh, menyimpang dari UTC lebih dari 0,4 detik saja, UTC harus melakukan penyesuaian.

Sejak 1972, para ilmuwan telah menambahkan detik kabisat setiap setengah tahun, rata-rata, menurut National Institute of Standards and Technology (NIST). Penambahan terakhir datang pada tahun 2016, ketika pada Malam Tahun Baru pada 23 jam, 59 menit dan 59 detik, tambahan 'detik kabisat' ditambahkan.

Namun, menurut Time and Date, percepatan putaran Bumi baru-baru ini membuat para ilmuwan berbicara untuk pertama kalinya tentang lompatan negatif. Maksudnya apa lompatan negatif? Nah, alih-alih menambahkan satu detik, ilmuwan justru perlu menguranginya.

Rata-rata panjang hari adalah 86.400 detik, tetapi hari astronomi pada tahun 2021 akan memiliki waktu rata-rata 0,05 milidetik lebih pendek. Sepanjang tahun, itu akan menambah jeda 19 milidetik dalam waktu atom.

"Sangat mungkin bahwa lompatan negatif detik akan diperlukan jika laju rotasi bumi semakin meningkat, tetapi masih terlalu dini untuk mengatakan apakah ini mungkin terjadi," kata fisikawan Peter Whibberley dari National Physics Laboratory di Inggris, kepada The Telegraph.

"Ada juga diskusi internasional yang sedang berlangsung tentang masa depan detik kabisat, dan mungkin juga kebutuhan akan detik kabisat negatif dapat mendorong keputusan untuk mengakhiri detik kabisat untuk selamanya," sambungnya.

Tahun 2020 sudah lebih cepat dari biasanya, secara astronomis. Menurut Time and Date, Bumi memecahkan rekor sebelumnya untuk hari astronomi terpendek, yang ditetapkan pada 2005.

Hari terpendek tahun itu, 5 Juli, melihat Bumi menyelesaikan rotasi 1,0516 milidetik lebih cepat dari 86.400 detik. Hari terpendek di tahun 2020 adalah 19 Juli, ketika planet menyelesaikan satu putaran 1.4602 milidetik lebih cepat dari 86.400 detik.



Simak Video "Waspada! 'Disease X' Akan Menyerang di Masa Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)