Mengenal Apa Itu Meteor dan Hujan Meteor dalam Islam 2021

Mengenal Apa Itu Meteor dan Hujan Meteor dalam Islam 2021

Puti Yasmin - detikInet
Kamis, 07 Jan 2021 12:00 WIB
Beberapa bulan terakhir ini bumi terus dihujani oleh partikel asteroid dari luar angkasa. Setidaknya ada fenomena alam yang indah untuk dinikmati seperti hujan meteor Lyrids dan Eta Aquarids. 

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) membagikan kalender astronomi yang akan terjadi pada bulan Mei ini. Salah satunya adalah fenomena alam hujan meteor Eta Aquarids yang terjadi tadi malam dan beberapa hari kedepan.
Mengenal Apa Itu Meteor dan Hujan Meteor dalam Islam 2021 (Foto: Getty Images/Dan Kitwood)
Jakarta -

Beberapa fenomena hujan meteor akan terjadi selama tahun 2021. Bahkan, diprediksi oleh International Meteor Organization dalam waktu dekat akan ada 100 meteor per jam hingga 'bola api' yang cukup terang bisa disaksikan dari bumi.

Hujan meteor 2021 jenis Quadrantid dapat disaksikan sebelum matahari terbit di pantai Pasifik dari sebagian besar Amerika Utara atau beberapa setelah sang Surya muncul di pantai timur. Masa aktif terjadinya hujan meteor yakni 12 Desember hingga 12 Januari.

Sementara itu, hujan meteor di Indonesia bisa disaksikan dari arah timur laut, yaitu sekitar pukul 02.30 WIB dini hari hingga pukul 05.00 WIB dengan titik radian tertinggi terjadi sesaat sebelum fajar sekitar pukul 04.00 WIB.

Hujan Meteor Menurut Islam dikutip dari buku 'Pintar Al Qur'an' karya Abu Nizhan:

Dalam Al Quran, hujan meteor tidak disebutkan secara langsung sebagai bintang jatuh atau meteor. Namun, dikenal sebagai benda langit yang bercahaya atau menyala.

Allah SWT dalam Al Quran surat Ash Shafat ayat 8 hingg 10 berfirman mengenai hujan meteor yang berjatuhan. Meteor tersebut disebut sebagai bintang yang menyala untuk mengusir para setan.

Arab: لَا يَسَّمَّعُوْنَ اِلَى الْمَلَاِ الْاَعْلٰى وَيُقْذَفُوْنَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍۖ
دُحُوْرًا وَّلَهُمْ عَذَابٌ وَّاصِبٌ
اِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَاَتْبَعَهٗ شِهَابٌ ثَاقِبٌ

Latin: lā yassamma'ụna ilal-mala`il-a'lā wa yuqżafụna ming kulli jānib
duḥụraw wa lahum 'ażābuw wāṣib
illā man khaṭifal-khaṭfata fa atba'ahụ syihābun ṡāqib

Artinya: mereka (setan-setan itu) tidak dapat mendengar (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru, untuk mengusir mereka dan mereka akan mendapat azab yang kekal, kecuali (setan) yang mencuri (pembicaraan); maka ia dikejar oleh bintang yang menyala.

Selain itu, dalam Quran surat Al Mulk ayat 5, Allah SWT berfirman mengenai fungsi dari hujan meteor, yakni selain penghias juga sebagai alat pengusir setan.

Arab: وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيْحَ وَجَعَلْنٰهَا رُجُوْمًا لِّلشَّيٰطِيْنِ وَاَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيْرِ

Latin: wa laqad zayyannas-samā`ad-dun-yā bimaṣābīḥa wa ja'alnāhā

Artinya: rujụmal lisy-syayāṭīni wa a'tadnā lahum 'ażābas-sa'īr
Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang dan Kami jadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala.

Allah SWT juga dalam surat Al in ayat 8-9 berfirman mengenai hujan meteor (panah-panah api) sebagai penjagaan langit dari jin dan setan

Arab: وَّاَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاۤءَ فَوَجَدْنٰهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيْدًا وَّشُهُبًاۖ
وَّاَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِۗ فَمَنْ يَّسْتَمِعِ الْاٰنَ يَجِدْ لَهٗ شِهَابًا رَّصَدًاۖ

Latin: wa annā lamasnas-samā`a fa wajadnāhā muli`at ḥarasan syadīdaw wa syuhubā
wa annā kunnā naq'udu min-hā maqā'ida lis-sam', fa may yastami'il-āna yajid lahụ syihābar raṣadā

Artinya: Dan sesungguhnya kami (jin) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami (jin) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mencuri dengar (berita-beritanya). Tetapi sekarang siapa (mencoba) mencuri dengar (seperti itu) pasti akan menjumpai panah-panah api yang mengintai (untuk membakarnya).

  • Apakah Hujan Meteor Berbahaya?

Dikutip dari lama Space Place Nasa, hujan meteor pada dasarnya merupakan kejadian alam yang wajar terjadi, di mana batu luar angkasa jatuh atau memasuki atmosfer bumi.

Namun, masyarakat tak perlu khawatir bila ada hujan meteor karena pada dasarnya meteorid berukuran kecil dari partikel debu hingga bongkahan batu. Biasanya, debu dan batuan tersebut sudah terbakar saat memasuki atmosfer bumi sehingga hanya kecil kemungkinan batu tersebut sampai di permukaan bumi.



Simak Video "Batu Meteor Dinilai Setara dengan Rp 26 Miliar"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/erd)