NASA Siapkan Misi Menjelajah Matahari

NASA Siapkan Misi Menjelajah Matahari

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 05 Jan 2021 08:14 WIB
foto matahari detail
NASA Bersiap Lakukan Misi Penjelajahan Matahari. Foto: Paul Andrew via Daily Mail
Jakarta -

NASA menyetujui dua misi heliofisika untuk menjelajahi Matahari. Misi eksplorasi Matahari ini juga akan mengamati sistem yang mendorong cuaca antariksa di dekat Bumi.

Sesuai pernyataan NASA, Extreme Ultraviolet High-Throughput Spectroscopic Telescope Epsilon Mission (EUVUST) dan Electroject Zeeman Imaging Explorere (EZIE), akan membantu para ilmuwan memahami Matahari dan Bumi sebagai sistem yang saling berhubungan.

Para ilmuwan berpendapat bahwa memahami fisika yang menggerakkan angin Matahari dan ledakan Matahari di masa depan dapat membantu mereka memprediksi peristiwa, yang pada gilirannya dapat memengaruhi teknologi manusia serta penjelajah di luar angkasa.

"Dengan misi baru ini, kami memperluas cara mempelajari Matahari, ruang angkasa, dan Bumi sebagai sistem yang saling berhubungan," kata Peg Luce, Deputy Director of the Heliophysics Division NASA seperti dikutip dari website NASA seperti dilihat, Selasa (5/1/2021).

Seperti sudah disebutkan di awal, akan ada dua misi dalam penjelajahan Matahari ini, yakni EUVST dan EZIE. Misi EUVST akan dipimpin oleh Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), bekerja sama dengan organisasi internasional lainnya. EUVST menargetkan tanggal peluncuran pada tahun 2026.

Misi ini mengandalkan teleskop surya yang akan mempelajari bagaimana atmosfer Matahari melepaskan angin Matahari dan mendorong letusan material surya.

Kontribusi perangkat keras NASA untuk misi tersebut termasuk detektor UV yang diintensifkan dan elektronik pendukung, komponen spektrograf, teleskop pemandu, perangkat lunak dan sistem pencitraan slip-jaw untuk memberikan konteks pengukuran spektrografi.

Anggaran NASA untuk seluruh misi ini adalah USD 55 juta dan penyelidik utama untuk kontribusi NASA untuk EUVST adalah Harry Warren dari Laboratorium Riset Angkatan Laut AS di Washington.

Sedangkan misi EZIE terdiri dari tiga kubus yang akan mempelajari arus listrik di atmosfer Bumi yang menghubungkan aurora dengan magnetosfer Bumi.

Magnetosfer adalah wilayah luar angkasa yang mengelilingi Bumi di mana medan magnet yang dominan adalah medan magnet Bumi, bukan medan magnet ruang antarplanet. Magnetosfer terbentuk dari interaksi angin Matahari dengan medan magnet Bumi.

Anggaran total untuk misi EZIE adalah USD 53,3 juta dan dijadwalkan akan diluncurkan pada Juni 2024. Penyelidik utama untuk misi tersebut adalah Jeng-Hwa (Sam) Yee dari Laboratorium Fisika Terapan Johns Hopkins University di Laurel, Maryland.



Simak Video "18 Astronaut NASA Bersiap Jalankan Misi Artemis ke Bulan"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)