4 Teori Konspirasi COVID-19 yang Bikin Geleng-geleng Kepala

4 Teori Konspirasi COVID-19 yang Bikin Geleng-geleng Kepala

Aisyah Kamaliah - detikInet
Senin, 04 Jan 2021 17:11 WIB
Pengendara kendaraan bermotor melintas di depan mural himbauan untuk melawan COVID-19 di Jakarta, Selasa (1/12/2020). Mural di pilar jembatan tersebut merupakan sarana himbauan kepada warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19.
Ilustrasi COVID-19 (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Teori konspirasi COVID-19 yang beredar di masyarakat sangat beragam dan beberapa sangat aneh sampai bikin geleng-geleng kepala. Herannya, masih ada saja yang percaya meski kebenarannya saja masih diragukan.

Dikutip detikINET dari Hindustan Times, Senin (4/1/2021) berikut ini adalah beberapa contoh teori konspirasi yang tiada ujungnya:

1. Vaksin corona bikin mandul

Drugs Controller General of India (DCGI) VG Somani menangkis dengan cepat anggapan bahwa vaksin corona dibuat untuk kontrol populasi dengan membuat orang yang disuntikkannya mengalami impotensi.

"Vaksin-vaksin ini 100% aman. Beberapa efek samping seperti demam ringan, rasa sakit dan alergi adalah sangat umum untuk setiap vaksin. Sudah pasti omong kosong orang akan menjadi impotensi," kata Somani.

2. COVID-19 disebabkan 5G

Sebagian orang percaya ada kaitannya dengan instalasi 5G. Rumor ini berkembang setelah diketahui China memasang tower 5G sebelum virus merebak.The Federal Communications Commission of the United States pun ikut angkat bicara.

"Sebuah teori konspirasi online di seluruh dunia telah berusaha untuk menghubungkan teknologi ponsel 5G sebagai salah satu penyebab virus corona. Akibatnya, banyak menara seluler di luar AS telah dibakar. Teknologi 5G TIDAK menyebabkan virus corona," bunyi pernyataan itu dengan tegas.


3. Bill Gates pasang microchip

Bill Gates diketahui melakukan pendanaan besar-besaran pada riset COVID-19 dan vaksinnya hingga mencapai ratusan juta USD. Tapi ternyata upaya baiknya berujung pada kecurigaan banyak orang.

Survei dari Yahoo News/YouGov menemukan bahwa 26% dari orang dewasa di Amerika Serikat percaya bahwa bos Microsoft ini punya rencana menyusupkan microchip untuk memonitor pergerakan masyarakat. Gates tentu saja menolak konspirasi tersebut dan menyebutnya sebagai 'kombinasi buruk dari pandemi dan media sosial' dan orang-orang hanya ingin mendapatkan penjelasan yang sangat simpel -- dengan menyalahkannya.

4. Plandemic

Apa? COVID-19 hanya sekadar konspirasi dari elite global? Seorang peneliti yang reputasinya diragukan, Judy Mikovits pernah angkat suara mengenai plandemic. Menurutnya masker justru mengaktifkan virus dalam tubuh dan vaksin adalah bisnis yang justru memberikan masalah kesehatan pada tubuh seseorang.

Video ini langsung viral dong, detikers. Dalam hitungan jam sudah ada jutaan views. Sangat disayangkan, karena video ini, banyak yang menganggap remeh peranan masker dalam penanganan pandemi. Padahal 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker) adalah kunci utama dalam mengakhiri pandemi ini.



Simak Video "Kemenkes Imbau Calon Penerima Vaksin Corona Jujur saat Skrining"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)