10 Fenomena Langit yang Sayang untuk Dilewatkan di Tahun 2021

10 Fenomena Langit yang Sayang untuk Dilewatkan di Tahun 2021

Virgina Maulita Putri - detikInet
Sabtu, 02 Jan 2021 22:15 WIB
Potret Keindahan Supermoon di Berbagai Penjuru Dunia

Keindahan bulan purnama besar atau Supermoon menjadi fenomena terakhir di tahun 2020. Ini juga terlihat jelas hampir diberbagai belahan dunia. Beginilah foto-fotonya.
10 Fenomena Langit yang Sayang untuk Dilewatkan di Tahun 2021 Foto: Getty Images/Clive Mason
Jakarta -

Tahun 2020 menyajikan banyak fenomena langit yang mengagumkan, mulai dari sederet supermoon sampai pertemuan Jupiter dan Saturnus. kalau kalian kelewatan, jangan khawatir karena fenomena langit di tahun 2021 juga tidak kalah menarik.

Hampir setiap bulan akan ada fenomena langit yang sayang untuk dilewatkan. Mulai dari hujan meteor di bulan Januari, sampai gerhana matahari total di bulan Desember.

Berikut 10 fenomena langit yang wajib ditonton di tahun 2021, seperti dikutip dari Space, Sabtu (2/1/2021).

1. Hujan meteor Quadrantid

Hujan meteor Quadrantid merupakan salah satu pertunjukan meteor dengan volume terbesar, tapi juga salah satu yang paling singkat. Tahun ini, waktu puncak hujan meteor Quadrantid adalah 3 Januari pukul 22.00 WIB.

Enam jam sebelum dan sesudah waktu puncaknya, kalian hanya bisa menonton seperempat dari volume terbesarnya saat puncak. Sayangnya, pengamatan hujan meteor ini bisa terganggu terangnya Bulan.

Dalam kondisi yang lebih stabil, kalian bisa melihat belasan meteor per jam. Untuk melihat hujan meteor ini, arahkan teleskop kalian ke lokasi di tengah antara kepala konstelasi Draco dan di ujung Big Dipper.

2. Jupiter dan Merkurius bertemu

Jupiter dan Merkurius akan bertemu dalam konjungsi yang sangat dekat. Dalam fenomena ini, keduanya hanya akan terpisah jarak sebesar 0,35 derajat.

Merkurius (skala kecerahan +0,1) akan berada di sisi kiri atas dari Jupiter (skala kecerahan -2,0) yang jauh lebih terang. Fenomena ini akan terjadi pada 5 Maret dan untuk menikmatinya akan lebih optimal menggunakan binokuler sekitar setengah jam sebelum matahari terbit.

3. Supermoon

Pada 5 Mei, Bulan akan berada di titik terdekat dengan Bumi. Satelit alami planet kita ini hanya akan berjarak 357.311 km dari Bumi, jadi Bulan akan terlihat sangat besar atau yang biasa disebut sebagai fenomena supermoon.

Hanya sembilan jam setelahnya, Bulan akan mencapai fase purnama. Kombinasi antara fase purnama dan perigee yang dekat akan menghasilkan gelombang air laut yang ekstrem.