Teori Kontroversial Tentang Eksistensi Alien Sepanjang 2020

Teori Kontroversial Tentang Eksistensi Alien Sepanjang 2020

Tim - detikInet
Rabu, 30 Des 2020 20:45 WIB
alien
Ilustrasi alien. Foto: istimewa
Jakarta -

Ilmuwan tak henti coba membuktikan keberadaan alien atau sekadar teori. Berikut beberapa teori kontroversial atau menghebohkan soal alien di tahun 2020.

Alien Hidup di Sekitar Manusia

Alien eksis dan mungkin hidup di sekitar manusia di Bumi ini hanya saja mereka tidak tampak. Demikian pada bulan Januari diyakini oleh Dr Helen Sharman, astronot pertama Inggris yang terbang ke antariksa. Helen terbang ke stasiun luar angkasa Rusia pada Mei 1991.

"Alien itu eksis. Ada miliaran bintang di alam semesta sehingga seharusnya ada semua bentuk kehidupan yang berbeda-beda," cetusnya. Kehidupan di antariksa itu tidak harus sama seperti manusia. Dikutip detikINET dari Mirror, Rabu (30/12/2020) bisa saja mereka memiliki wujud yang berbeda.

"Apakah mereka seperti saya dan Anda, terbuat dari karbon dan nitrogen? Mungkin tidak. Mungkin saja mereka ada di sini saat ini dan kita tidak bisa melihat mereka," tutur Dr Helen.

Alien Mungkin Hidup di Gua 'Rahasia' Mars

Ilmuwan NASA Jet Propulsion Laboratory Vlada Stamenkovic menjelaskan 'martian underground life theory' pada acara konferensi Mars Extant Life. Menurut Stamenkovic, permukaaan Mars sangat tak memungkinkan untuk bertahan hidup karena amat dingin, kering dan penuh radiasi.

"Air tanah mungkin satu-satunya habitat bagi kehidupan yang ada di Mars, itu pun jika masih ada sampai sekarang," ujarnya pada bulan Maret 2020.

Beberapa ilmuwan berpikir bahwa robot seharusnya bisa digunakan untuk eksplorasi gua-gua yang ada di Mars. Stamenkovic juga telah mengusulkan kalau NASA bisa menggunakan rover yang bisa mendeteksi air tanah bawah tanah atau bahan kimia yang terkait dengan kehidupan dari permukaan.

Alien Adalah Manusia Masa Depan Berkepala Besar

Michael Masters adalah profesor biologi antropologi di Montana Technological University di Butte. Ia mengatakan bahwa evolusi manusia menunjang teori alien dengan wujud yang selama ini digembar gemborkan, yaitu berkepala besar dan kemungkinan datang dari masa depan.

Menurutnya, dalam konteks evolusi biologis, manusia terbukti mengalami perubahan bentuk. Dengan perluasan neurocranium dan ukuran otak serta kerangka otak bagian belakang, kepala manusia bisa menjadi lebih bulat dan lebih tirus pada bagian bawah kepala.

"Jika kita bisa menganggap hal ini dengan serius dan kita percaya dengan laporan-laporan yang ada, fakta bahwa mereka memiliki kaki dua, kepala besar, wajah kecil tanpa rambut, dan seperti manusia maka saya pikir ini pantas untuk dipertimbangkan," kata Masters.

36 Peradaban Alien Eksis di Galaksi Bima Sakti

"Seharusnya ada sedikitnya beberapa lusin peradaban aktif di galaksi kita dengan asumsi bahwa dibutuhkan 5 miliar tahun bagi kehidupan cerdas untuk terbentuk di planet lain, seperti halnya yang terjadi di Bumi," ujar Christopher J Conselice dari University of Nottingham, Inggris di bulan Juli 2020.

Dia yakin meskipun masih teori spekulatif, penampilan alien mirip manusia. "Kita takkan sangat terkejut saat melihat mereka," cetusnya. Kalkulasi mereka menggunakan metode yang disebut Astrobiological Copernican Limit dan diperkirakan sedikitnya ada 36 planet di Galaksi Bima Sakti ditinggali oleh alien.

Tim dari kampus tersebut berasumsi kehidupan di antariksa berkembang dengan cara yang sama seperti di planet kita. Artinya, kehidupan seharusnya ada di planet yang berada di zona habitat, yaitu planet dengan jarak aman dari bintangnya, dan umur planet itu antara 4,5 sampai 5,5 miliar tahun.

Bulan Jupiter Mungkin Ditinggali Alien

Pada ilmuwan Jet Propulsion Laboratory NASA di California, AS meneliti cadangan geokimia di bawah lapisan es bulan Europa, salah satu bulan planet Jupiter. Lapisan es ini menutupi lautan di bulan yang penuh mineral.

Mereka memakai data dari roket Galileo NASA dan teleskop Hubble. Ilmuwan percaya, gravitasi Jupiter dan proses radioaktif alami memecahkan mineral dan melepaskan air. Lautan di Europa agak asam, banyak karbon dioksida, kalsium dan sulfat dan kaya khlorida.

"Dengan kata lain, ini komposisi seperti lautan di Bumi. Kami percaya lautan ini bisa ditinggali kehidupan atau alien," kata Mohit Melwani Daswani dari Jet Propulsion Lab.

Halaman selanjutnya: Opini Elon Musk soal alien...