Ini Cara Lihat Konjungsi Jupiter-Saturnus

Ini Cara Lihat Konjungsi Jupiter-Saturnus

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Senin, 21 Des 2020 17:15 WIB
https://www.instagram.com/p/CI-ImI6FEC4/
Konjungsi Jupiter dan Saturnus (Foto: LAPAN RI)
Jakarta -

Peristiwa alam berupa Konjungsi Jupiter-Saturnus bisa dinikmati petang hari ini. Inilah cara melihatnya.

Konjungsi Jupiter-Saturnus adalah bersatunya lintasan Planet Jupiter dan Saturnus jika dilihat dari Bumi. Jupiter mengorbit matahari dalam 11,86 tahun Bumi. Sedangkan, Saturnus mengorbit matahari dalam 29,4 tahun Bumi.

Itu sebabnya, Jupiter akan menyalip Saturnus setiap 20 tahun. Peristiwa ini disebut sebagai Konjungsi Agung. Konjungsi ini terjadi pada tanggal yang berbeda, namun yang dianggap paling istimewa yang muncul saat Winter Soltice karena terkait perayaan Natal.

Hal itulah yang terjadi pada tahun 2020. Konjungsi Jupiter-Saturnus terjadi pada Senin (21/12/2020) tepat pada Winter Soltice atau titik balik matahari musim dingin. Ini adalah kejadian sangat langka yang muncul 400 tahun sekali.

Itu sebabnya, Konjungsi Jupiter-Saturnus juga dikaitkan dengan Bintang Natal atau Bintang Bethlehem, bintang terang menjelang kelahiran Yesus Kristus. Oleh karena itu, banyak orang yang ingin melihat fenomena alam ini.

Cara Melihat Konjungsi Jupiter-Saturnus:

1. Di Indonesia, menurut LAPAN, konjungsi ini akan terjadi pada 21 Desember pukul 18.30 WIB sampai puncaknya pada 22 Desember 2020 pukul 01.18 WIB.

2. Cari konjungsi planet di arah barat daya setelah matahari tenggelam.

3. Carilah tempat yang tidak terhalang pohon dan bangunan

4. Menurut NASA, kedua planet ini akan muncul di ufuk. Akan ada bintang yang sangat terang. Kalau diperhatikan akan ada 2 yang berdempetan, sehingga tampak menjadi satu bintang besar.

5. Jupiter akan ada di sebelah kiri, dan Saturnus ada di sebelah kanan.

6. Jika langit tanpa awan, fenomena ini bisa dilihat dengan mata telanjang. Jika dibantu teropong dan langit yang bersih, cincin Saturnus ada kemungkinan terlihat.

Selamat mencoba!



Simak Video "Kepala LAPAN Sebut Gerhana Bulan Total 2021 Lebih Istimewa"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)