4 Penemuan yang Disesali Ilmuwannya

4 Penemuan yang Disesali Ilmuwannya

Aisyah Kamaliah - detikInet
Minggu, 20 Des 2020 16:15 WIB
jarum suntik dan ampul obat
Ilustrasi suntik mati. Foto: thinkstock
Jakarta -

Berlomba-lomba ilmuwan menciptakan suatu inovasi. Namun tak semua berujung sesuai tujuan awal penelitian mereka. Ilmuwan berikut ini bahkan mengaku menyesal.

Dikutip detikINET dari The Sydney Morning Herald, di bawah ini adalah daftarnya:

1. Suntik mati (lethal injection)

Dr Jay Chapman kerap disebut sebagai bapak suntik mati. Akan tetapi ia mengatakan bahwa itu bukanlah salah satu tujuan dalam hidupnya, dengan kata lain temuan euthanasia ia lakukan secara dadakan.

Saat itu tahun 1977 dan pembunuh Gary Gilmore baru saja dieksekusi di Utah. Dihadapkan dengan pilihan regu tembak atau gantung diri, dia telah memilih yang pertama tetapi ada keributan di antara para pegiat menentang hukuman mati. Mereka mencela eksekusi tersebut sebagai tidak manusiawi.

Beberapa hari kemudian, Chapman, yang merupakan kepala pemeriksa medis Oklahoma, ditanyakan pendapatnya tentang cara memberikan hukuman mati dengan cara yang lebih manusiawi. Dia mengatakan pendapatnya dan menyarankan bahwa suntikan mematikan akan memberikan pilihan yang jauh lebih baik.

Chapman kemudian menciptakan formula untuk menghasilkan kematian yang cepat. Kemudian, dia membuat protokol terperinci untuk negara bagian Oklahoma untuk administrasi suntikan mematikan. Tapi seiring berjalannya waktu, ia melihat orang-orang terlalu menganggap enteng soal euthanasia.

"Suntikan mematikan terlalu mudah untuk sebagian dari mereka," akunya.