4 Penemuan yang Disesali Ilmuwannya - Halaman 3

4 Penemuan yang Disesali Ilmuwannya

Aisyah Kamaliah - detikInet
Minggu, 20 Des 2020 16:15 WIB
jarum suntik dan ampul obat
Ilustrasi suntik mati. Foto: thinkstock

4. MDMA

Alexander Shulgin dikenal sebagai bapak ekstasi meski tidak sepenuhnya benar. Ekstasi memang pertama kali disintesis pada tahun 1912 oleh perusahaan kimia Merck tetapi Shulgin mensintesisnya kembali pada tahun 1976 dan merupakan orang pertama yang mengujinya pada manusia: dirinya sendiri.

Dua tahun kemudian, dia menulis sebuah makalah dengan seorang rekannya tentang efek MDMA. Dia percaya bahwa zat ini bisa menjadi obat yang berguna dalam psikoterapi. Dan begitulah, untuk sementara waktu.

Tetapi kemudian MDMA menjadi ekstasi. Pada tahun 1986 penggunaannya untuk pengobatan depresi dilarang oleh Badan Penegakan Narkoba AS. Pada tahun 2000, petugas bea cukai AS menyita hampir 10 juta pil.

Saat ini, Shulgin memiliki keraguan tentang obat yang dia perjuangkan - bukan karena kemanjurannya tetapi karena dia yakin orang telah menyalahgunakannya.

Masalahnya dimulai, katanya, ketika para tukang clubbing mulai menggunakan pil untuk bersenang-senang, menyalahgunakan. Dan begitu MDMA dijadikan ilegal, tidak ada cara untuk memantau kualitas obat tersebut.

"Kami tidak pernah menggunakan istilah ekstasi karena tidak ada artinya; beberapa kapsul ekstasi sama sekali tidak memiliki MDMA. Jadi yang disebut ekstasi telah menjadi ancaman nyata," tegasnya.

(ask/asj)