Rusia Ragukan Amerika Bisa Kembali Mendarat di Bulan

Rusia Ragukan Amerika Bisa Kembali Mendarat di Bulan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 17 Des 2020 10:28 WIB
Roket SLS
Perakitan roket SLS NASA untuk ke Bulan. Foto: NASA
Moskow -

Mendaratkan kembali manusia di Bulan pada tahun 2024 adalah tujuan utama proyek Artemis yang saat ini tengah digeber oleh lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA. Namun nada skeptis mendadak datang dari CEO Roscosmos yang merupakan badan luar angkasa Rusia.

CEO Roscosmos, Dmitry Rogozin, meragukan apakah tujuan ambisius itu dapat terlaksana jika melihat perkembangan yang terjadi pada saat ini. Ia menyebut proyek Artemis hanya menjadi semacam pencitraan pemerintahan Donald Trump dan Partai Republik.

"Saya tidak punya keyakinan besar pada program Artemis. Dalam skala besar, proyek ke bulan Presiden Donald Trump ini adalah untuk konsumsi domestik. Dimaksudkan untuk unjuk kekuatan Partai Republik," katanya, dikutip detikINET dari TASS.

Trump kalah dalam Pilpres 2019 sehingga bakal digantikan oleh Joe Biden dari Partai Demokrat. Nah menurut Dmitry, belum tentu pemerintahan Biden akan melanjutkannya. Kalaupun tetap diteruskan, mungkin akan ada perbedaan kebijakan.

Pada kesempatan sebelumnya, Dmitry juga mengkritik bahwa proyek ke Bulan oleh NASA terlalu sarat kepentingan Amerika sendiri. Namun demikian, ia tidak menutup kemungkinan kerja sama dengan NASA dalam proyek Gateway, yaitu stasiun antariksa di orbit Bulan yang bisa dikunjungi astronaut internasional.

NASA sendiri tetap yakin bisa mencapai ambisi kembali mendarat ke Bulan. Bahkan belum lama ini, kandidat astronaut pria dan wanita untuk ke sana sudah diumumkan.

Mengenai teknologinya, para engineer NASA saat inii mulai merakit roket SLS (Space Launch System). SLS terdiri dari bagian inti raksasa, setinggi 65 meter, dengan 4 mesin yang diapit oleh dua booster. Para teknisi di Florida mulai merakit komponen-komponen di booster tersebut.

Roket super ini dapat menyemburkan daya dorong 39,1 Meganewtons untuk menuju ke Bulan. Mulai dirakitnya roket tersebut merupakan terobosan besar dalam misi Artemis.

Saat selesai dirakit, roket SLS akan lebih tinggi dari patung Liberty. Selain itu, tenaganya 15% lebih besar saat lepas landas dibandingkan Saturn V, roket yang dipakai pada misi Apollo ke Bulan 50 tahun silam. Artinya, SLS merupakan roket terkuat yang pernah diciptakan.



Simak Video "Wujud Batu Bulan yang Dipajang di Kantor Joe Biden"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/rns)