'Indonesia Susah Maju Kalau Tidak Punya Inovator'

'Indonesia Susah Maju Kalau Tidak Punya Inovator'

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 10 Des 2020 21:10 WIB
Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro
Foto: Siti Fatimah/detikHealth
Jakarta -

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengungkapkan, Indonesia tidak akan menjadi negara maju jika hanya mengandalkan kekayaan alamnya.

Bambang menuturkan bila memperhatikan indikator global mengenai Indonesia, terutama berbicara mengenai daya saing dan potensinya, maka yang muncul itu size atau ukuran dari pasarnya alias Indonesia dianggap potensi pasar yang menjanjikan bagi produsen, bagi para pelaku bisnis global.

"Kenyataan ini diperkuat lagi dengan fakta bahwa Indonesia memang kaya akan sumber daya alam. Demikian juga keanekaragaman hayati. Tetapi, tentunya kekayaan sumber daya alam, besarnya potensi pasar, tidak akan serta merta membawa negara yang kita cintai ini menjadi negara maju," tutur Bambang, Kamis (10/12/2020).

Berdasarkan pengalaman di berbagai negara menunjukkan, kata Bambang, kalau Indonesia hanya bergantung dengan kekayaan alamnya, tapi tidak diiringi dengan inovasi yang dilakukan oleh para inovator, Indonesia tidak akan beranjak dari tempatnya.

"Pengalaman di berbagai negara menunjukkan kalau kita hanya bersandar pada sumber daya alam atau kelebihan dan di negara kita sendiri, akan sulit suatu negara bisa sampai menjadi negara maju," ucapnya.

"Sejarah juga menunjukkan atau fakta menunjukkan yang berhasil lompat dari status negara menengah menjadi negara maju hanyalah melalui inovasi. Sekali lagi di belakang inovasi itu ada inovator," kata Bambang menambahkan.

Pada kesempatan ini, Menristek mengapresiasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang memberikan penghargaan kepada para inovator, baik secara internal maupun external.

"Karena kita tahu talenta, inovasi banyak di Indonesia. Kita tahu sebenarnya sumber daya manusia di Indonesia itu luar biasa, yang menjadi masalah adalah kadang-kadang kita kurang memberikan ruang bagi sumber daya manusia yang berbakat atau talenta berbakat itu untuk bisa keluar dengan kreativitasnya, hasil inovasinya," pungkas dia.



Simak Video "Menristek: Banyak Orang Menilai Sebut SNI Akal-akalan Pemerintah"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)