Wahana China Kirim Foto Pertama dari Permukaan Bulan

Wahana China Kirim Foto Pertama dari Permukaan Bulan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 03 Des 2020 10:32 WIB
Change 5
Foto pertama Chang'e 5 dari Bulan. Foto: BBC
Jakarta -

Wahana antariksa Chang'e 5 buatan China telah mendarat di Bulan untuk melakukan proses penggalian tanah dan bebatuan, yang nantinya dikirim balik ke Bumi. Perangkat lander Chang'e 5 telah mengirim foto pertama panorama dari lokasi ia mendarat.

Lander itu telah mendarai di area bernama Oceanus Procellarum di Bulan dan mulai melakukan tugasnya. Dalam foto panorama berwarna itu, terlihat permukaan Bulan dan ada beberapa bebatuan serta sekilas ada semacam bukit di kejauhan.

Lander Chang'e 5 dibekali dengan dua kamera yang didesain untuk memetakan kondisi sekelilingnya, tepatnya di area vulkanis Mons Rukmer. Tim di Bumi menggunakan data dari kamera itu untuk membantu lander ini dalam melakukan misinya.

Dikutip detikINET dari Space.com, operasi penggalian permukaan Bulan sudah dilakukan dan pengambilan sampel juga dimulai beberapa jam setelah pendaratan. Lengan robotika di lander Chang'e 5 itu diprogram untuk menggali sampai kedalaman 1,8 meter.

Bobot batu dan tanah Bulan akan diambil sebanyak 2 kilogram. Adapun lokasi penggalian adalah di tanah vulkanis bernama Mons Rumker. Dibanding bebatuan yang dulu diambil Amerika Serikat dan Rusia, batu di area ini usianya lebih muda, antara 1,2 sampai 1,3 miliar tahun, sehingga akan memberikan data berbeda.

Sejauh ini, ilmuwan hanya bisa mempelajari batu Bulan dari area yang setidaknya berumur 3 miliar tahun. Karena batu yang akan diambil China jauh lebih muda, para ilmuwan bisa lebih lanjut mempelajari tentang asal-usul, formasi, dan aktivitas vulkanik Bulan di permukaannya.

Jika semua prosesnya dapat berjalan dengan lancar, wahana itu akan kembali ke Bumi dengan bebatuan Bulan pada pertengahan Desember, dibantu oleh parasut. Tempat pendaratannya di area Mongolia.

"Chang'e 5 merupakan misi yang sangat kompleks. Saya pikir sungguh impresif bahwa mereka mencobanya," kata Dr James Carpenter, ilmuwan di European Space Agency.



Simak Video "Pesawat Luar Angkasa China Bakal Bawa Sampel 2 Kg dari Bulan"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)