Elon Musk Yakin SpaceX Akan Daratkan Manusia di Mars Tahun 2026

Elon Musk Yakin SpaceX Akan Daratkan Manusia di Mars Tahun 2026

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 03 Des 2020 09:08 WIB
SpaceX CEO Elon Musk speaks after unveiling the Dragon V2 spacecraft in Hawthorne, California May 29, 2014. Space Exploration Technologies announced April 27, 2016, it will send uncrewed Dragon spacecraft to Mars as early as 2018, a first step in company founder Elon Musks goal to fly people to another planet. REUTERS/Mario Anzuoni/File Photo
Elon Musk Yakin SpaceX Akan Daratkan Manusia di Mars Tahun 2026 Foto: REUTERS/Mario Anzuoni/File Photo
Jakarta -

CEO SpaceX Elon Musk memperkirakan perusahaannya akan mendaratkan manusia di Planet Mars pada tahun 2026 dan ia cukup yakin dengan timeline tersebut.

Musk mengatakan SpaceX akan mengirimkan penerbangan tanpa awak ke Planet Merah dalam dua tahun ke depan, dilanjutkan dengan penerbangan berawak empat tahun setelahnya. Perkiraan Musk ini dibuat berdasarkan jarak antara Bumi dan Mars yang mendekat tiap 26 bulan sekali.

"Jika kami beruntung, mungkin empat tahun. Kami ingin mengirimkan kendaraan tanpa awak ke sana dalam dua tahun," kata Musk saat menerima penghargaan dari Axel Springer, seperti dikutip detikINET dari CNBC, Kamis (3/12/2020).

Target ambisius ini sejalan dengan apa yang pernah diungkapkan Musk pada tahun 2016. Saat berbicara di International Astronautical Congress, Musk mengatakan jika semuanya berjalan dengan sangat lancar maka manusia akan bisa mendarat di Mars dalam waktu 10 tahun.

Saat ditanya kapan ia akan ikut terbang ke luar angkasa, Musk menjawab mungkin dalam waktu dua atau tiga tahun. Tapi ia menegaskan bahwa tujuan utamanya bukan untuk memenuhi target pribadinya, melainkan untuk memastikan teknologi bisa membantu banyak orang ke Mars untuk menjalankan kehidupan antarplanet, dan untuk memiliki markas di Bulan.

Pria berusia 49 tahun ini juga kembali mengungkapkan mimpinya untuk dikubur di Mars. Ia juga ingin membuat perjalanan luar angkasa menjadi sesuatu yang menyenangkan dan menarik karena perjalanan seperti ini dibutuhkan untuk kelangsungan hidup manusia, bukan sesuatu yang berisiko.

Untuk mencapai semua mimpinya itu, Musk mengandalkan roket Starship buatan SpaceX. Roket terbesar di dunia ini dirancang untuk mengirimkan kargo dan 100 penumpang dalam sekali perjalanan menuju Mars.

Tidak seperti roket Falcon 9 dan Falcon Heavy buatan SpaceX, Starship akan bisa digunakan kembali sepenuhnya. Musk membayangkan Starship seperti pesawat komersial, dengan jeda antar penerbangan yang singkat dan satu-satunya biaya yang dikeluarkan adalah untuk bahan bakar.

Starship sekarang menjadi proyek prioritas SpaceX setelah mereka berhasil mengantarkan astronaut NASA menuju ISS pada bulan Mei. Sejak saat itu, SpaceX berhasil mengadakan uji coba pendek dengan menerbangkan prototipe Starship ke ketinggian 152 meter.

Saat ini SpaceX bersiap untuk menerbangkan prototipe Starship ke ketinggian 15 km untuk pertama kalinya. Uji coba ini dijadwalkan akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.



Simak Video "Reaksi Optimistis Elon Musk Meski Roket SpaceX Meledak"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)