China Sentuh Titik Terdalam di Bumi dan Menggali Bulan - Halaman 2

China Sentuh Titik Terdalam di Bumi dan Menggali Bulan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 01 Des 2020 16:12 WIB
Teknologi China
Wahana selam Fendhouze buatan China. Foto: China Daily

Chang'e Menggali di Bulan

Dalam waktu yang tidak terpaut jauh, China juga telah melesatkan pesawat antarika terbarunya menuju Bulan. Pesawat bernama Chang'e 5 ini juga punya misi tidak main-main, yaitu mengambil batu dari Bulan untuk dibawa ke Bumi dan kemudian diteliti.

Selang 5 hari setelah diluncurkan dengan roket Long March 5, Chang'e 5 telah sampai di orbit Bulan. Proses berikutnya adalah mendarat di permukaan satelit Bumi tersebut.

Setelahnya, proses pengambilan batu dilakukan dan spesimen itu dibawa ke orbit. Sebuah kapsul akan kembali membawanya ke Bumi dan dirancang akan mendarat pada tanggal 15 Desember di wilayah Mongolia.

Teknologi ChinaIlustrasi Chang'e 5 masuki orbit Bulan. Foto: China Daily

Misi mengambil batu dari Bulan untuk diteliti di Bumi sudah sangat lama tidak lagi dilakukan oleh negara manapun, meski beberapa rover telah mendarat di Bulan dengan tujuan hanya untuk melakukan penelitian di sana, bukan membawa bebatuan. Terakhir sekitar 40 tahun silam oleh misi antariksa Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Maka ambisi China adalah menjadi negara ketiga yang mampu melakukannya. Teknologinya sangat kompleks, meliputi wahana orbiter, lander yang mendarat di Bulan dan dirancang dapat melakukan penggalian, kemudian meletakkan batu Bulan di semacam kapsul untuk kembali ke Bumi. Semuanya dikendalikan jarak jauh atau remote.

Dalam program Apollo, AS mendaratkan 12 astronaut ke Bulan antara tahun 1969 sampai 1972 dan membawa 382 kilogram contoh batu dan permukaan Bulan. Sedangkan Uni Soviet berhasil melangsungkan 3 misi memakai wahana robotika untuk membawa batu dari satelit Bumi itu.

China sendiri sudah berpengalaman menjalankan misi ke Bulan, pertama kali mereka mendaratkan wahana di sana pada tahun 2013. Di tahun 2019, misi Chang'e 4 berhasil mendarat di sisi jauh Bulan, merupakan pertama kalinya ada negara yang melakukannya.

Chang'e 5 akan mendarat di lokasi bernama Mons Rumker, sebuah area vulkanis. Batu di lokasi ini menurut ilmuwan jauh lebih muda usianya dibandingkan batu yang lebih dulu diambil oleh AS dan Uni Soviet sehingga akan memberikan data penelitian yang berbeda.

(fyk/fay)